Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Setengah Warga Binaan Lapas Jelekong Tidak Bisa Nyoblos, Ini Penyebabnya

Ratusan warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Jelekong, Baleendah, Kabupaten Bandung, tidak bisa mencoblos di empat TPS

Setengah Warga Binaan Lapas Jelekong Tidak Bisa Nyoblos, Ini Penyebabnya
Tribun Jabar
Lapas Narkotika Kelas IIA Jelekong, Baleendah Kabupaten Bandung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNNEWS.COM, BALEENDAH - Ratusan warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Jelekong, Baleendah, Kabupaten Bandung, tidak bisa mencoblos di empat TPS khusus lapas tersebut pada Pileg dan Pilpres 2019 tahun ini, Rabu (17/4/2019).

Pasalnya sebagian besar para warga binaan ini tidak memiliki KTP-el.

Bupati Bandung, Dadang Naser, mengatakan bahwa warga binaan Lapas Jelekong yang tidak bisa mencoblos terkendala masalah administrasi kependudukan.

Baca: Usai Mencoblos di Pemilu 2019, Nicholas Saputra Unggah Foto Selfie Langka di Instagram

Meski demikian, proses pemungutan suara di Lapas Jelekong ini berjalan kondusif.

"Situasi pencoblosan di TPS Khusus Lapas Jelekong berjalan kondusif, tapi banyak warga binaan yang tidak bisa mencoblos karena tidak mempunyai KTP," ujar Dadang Naser, saat meninjau TPS Khusus Lapas Jelekong, tadi siang.

Menurutnya Kalapas Jelekong sebelumnya telah melaporkan masalah administrasi kependudukan warga binaan kepada stakeholder terkait Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung.

Namun untuk hak pilih ini tetap diperuntukan bagi mereka yang telah memenuhi persyaratan.

"Yang tidak mempunyai KTP-el ini ke depan harus ditindaklanjuti oleh Disdukcapil supaya saat keluar sudah punya KTP-el," ujarnya.

Ketua KPU Kabupaten Bandung, Agus Baroya, mengatakan bahwa berdasarkan update terbaru, ada 1.429 orang yang seharusnya mempunyai hak pilih di Lapas Jelekong.

Namun, sebagian besar warga binaan Lapas Jelekong tidak mempunyai identitas kependudukan.

"Awalnya ada 535 orang yang masuk dalam DPT, tapi sebelum pemilihan ada 165 orang warga binaan yang keluar," ujarnya.

Pada saat pemuktahiran data, terdapat 216 orang yang masuk ke Lapas Jelekong, sehingga jumlah dalam DPTB menjadi 588 orang warga binaan.

"Ditambah DPTB petugas Lapas, menjadi 618 orang. Sisanya tidak bisa memilih karena tidak terdetekasi, atau terdeteksi tapi tidak masuk dalam DPT. Jika tidak masuk dalam DPT, maka tidak bisa masuk dalam DPTB," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Setengah Warga Binaan Lapas Jelekong Tidak Bisa Nyoblos Gara-gara Ini

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sanusi
Sumber: Tribun Jabar
  Loading comments...
berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas