Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
Home »

Sains

Dosen IPB Sukses Ubah Lahan Bekas Galian Tambang Jadi Lahan Produktif

Dr Irdika Mansur adalah dosen Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB yang konsen di bidang reklamasi lahan pascatambang.

Dosen IPB Sukses Ubah Lahan Bekas Galian Tambang Jadi Lahan Produktif
TRIBUNNEWS BOGOR/HUMAS IPB
Dr Ir Irdika Mansur, MFor Sc, dosen Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan (Fahutan) Institut Pertanian Bogor (IPB) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Permasalahan lahan pasca tambang di Indonesia cukup sulit diselesaikan.

Lahan pasca tambang dianggap lahan marginal yang tidak dapat dimanfaatkan. Namun, jika semua orang hanya menyalahkan, maka lahan pascatambang akan banyak terbengkalai dan tidak termanfaatkan.

Dr Irdika Mansur adalah dosen Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan (Fahutan) Institut Pertanian Bogor (IPB) yang konsen di bidang reklamasi lahan pasca-tambang.

Berbagai penelitian tentang reklamasi di lahan pascatambang sering dilakukan pria kelahiran Manokwari ini.

Pada tahun 1995, bersama dosen-dosen Departemen Manajemen Hutan Bagiandudi Hutan (Departemen Silvikultur) Fahutan IPB, ia sudah mulai mengembangkan cara mengembalikan lahan pascatambang menjadi hijau kembali.

“Kala itu benih yang digunakan yaitu sengon dan akasia, karena tersebar melimpah. Kedua jenis benih ini memiliki rizobium dan mikoriza sehingga dapat beradaptasi di lahan tersebut,” ujar Dr Irdika yang juga Direktur SEAMEO Biotrop dalam siaran pers yang diterima TribunnewsBogor.com.

Baca: Hari Ini IHSG Diramal Lanjutkan Pelemahan karena Marak Aksi Jual

Baca: Emas Antam Terkerek Rp 2.000 ke Posisi Rp 635.000 per Gram

Selanjutnya, kisaran tahun 2000, ia mencoba mengintegrasikan jenis tanaman lokal unggulan yang notabene berdaur hidup panjang (seperti Meranti, Eboni, dan Kayu Besi) dengan jenis tanaman yang cepat tumbuh (seperti sengon dan akasia).

Saat ini, terangnya, sudah menjadi Peraturan Menteri bahwa 40 persen tanaman yang ditanam di lahan pascatambang harus berasal dari jenis lokal unggulan.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas