Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kisah Ular Berbisa yang ''Lakukan Perjalanan'' Beda Benua dan Jadi Predator di Tempat Baru

Dalam film action, kita sering melihat adegan penjahat menyelinap masuk ke dalam kapal atau pesawat agar bisa kabur ke luar negeri.

Kisah Ular Berbisa yang ''Lakukan Perjalanan'' Beda Benua dan Jadi Predator di Tempat Baru
ilustrasi ular 

TRIBUNNEWS.COM - Dalam film action, kita sering melihat adegan penjahat menyelinap masuk ke dalam kapal atau pesawat agar bisa kabur ke luar negeri.

Selain dilakukan manusia, bakat jadi penumpang ilegal juga pernah dilakukan ular berbisa asal Australia dan Indonesia.

Saat terjadi Perang Dunia II, ular pohon berbisa Boiga irregularis diyakini sukses menjadi penumpang gelap pesawat militer yang terbang dari Australia ke pulau Guam, pulau terpencil di bagian barat Samudra Pasifik.

Baca: Jaksa KPK Beberkan Kwitansi Belanja Online Istri Zumi Zola

Keputusan ini seperti mengubah nasib keturunan mereka. Bagaimana tidak, setibanya di pulau Guam mereka menjadi predator puncak karena tak ada hewan lain yang memburunya.

Hal ini membuat mereka berkembang biak dengan sangat cepat dan menghancurkan populasi burung endemik di pulau Guam dan sekitarnya.

Survei Geologi AS (USGS) menganggap ular berwarna cokelat ini sangat unik. Mereka memiliki dua racun terpisah yang 1.000 kali lebih beracun bagi burung dan reptil.

Bila menggigit manusia dewasa, racunnya hanya memiliki efek kecil. Dalam penelitian yang terbit 12 September 2018 di Journal of Molecular Evolution, para ahli menemukan racun ganda juga dimiliki ular genus Boiga lainnya.

Ini artinya, spesies lain yang masuk dalam genus Boiga juga mungkin menyebabkan kerusakan pada populasi burung, seperti yang dilakukan ular pohon cokelat.

Para ahli khawatir, penyebaran ular Boiga dengan menggunakan pesawat kembali terulang dan mereka menjajah habitat baru.

"Namun spesies ular pohon cokelat terbang ke pulau Guam karena tidak sengaja. Semoga hal serupa tak terjadi lagi," kata penulis senior Bryan Fry dari University of Queensland, dilansir Live Science, Rabu (26/9/2018).

Menurut USGS, ular pohon cokelat adalah spesies asli Indonesia, kepulauan Solomon, Papua Niugini, dan Australia.

"Dan yang memudahkan mereka bepergian dari satu tempat ke tempat baru, setidaknya selama 80 tahun terakhir atau lebih, adalah pesawat," imbuh Fry.

Tak hanya dari Australia ke pulau Guam, studi ini juga meyakini bahwa ular pohon cokelat melakukan perjalanan udara dari pulau Guam ke Hawaii.

"Mereka 'dicegat' masuk di bandara Hawaii. Jika mereka berhasil lolos, hanya masalah waktu sampai mereka bisa memusnahkan burung-burung seperti yang dilakukan di pulau Guam," pungkas Fry.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lakukan Perjalanan Beda Benua, Ular Berbisa Ini Tunggangi Pesawat", 
Penulis : Gloria Setyvani Putri

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas