Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Catatan Sejarah Tentang Kelainan yang Terjadi pada Anak yang Lahir dari Pernikahan Sedarah

Para bangsawan zaman dulu ternyata biasa melakukan inses untuk menjaga agar darah kerajaan tetap murni.

Catatan Sejarah Tentang Kelainan yang Terjadi pada Anak yang Lahir dari Pernikahan Sedarah
Intisari/Tatik Ariyani
Akibat dari adanya incest 

TRIBUNNEWS.COM - Kabar penikahan sedarah (inses) yang terjadi antara marga Aritonang yaitu seorang kakak laki-laki dengan adik perempuannya di Duri, Bengkalis, Riau menggegerkan dunia maya.

Pasalnya, bukan hanya secara norma masyarakat, namun secara agama hal itu terlarang karena akan membawa dampak yang buruk dalam berbagai hal termasuk keturunannya.

Inses memang hal yang tabu hampir di setiap budaya di seluruh dunia, namun rupanya tidak selalu begitu. Para bangsawan zaman dulu ternyata biasa melakukannya untuk menjaga agar darah kerajaan tetap murni.

Penguasa Mesir khususnya sering menikahi saudara kandung mereka atau bahkan anak mereka sendiri.

Namun, mereka harus membayar mahal kerena mutasi genetik mereka menyebabkan permasalahan yang serius pada keturunan dan variasi genetik baru mulai muncul dalam jangka waktu yang sangat lama seperti dilansir dari Ranker.

1. Rahang bawah lebih panjang

Keluarga bangsawan Habsburg mengatur pernikahan sedarah untuk melindungi kepentingan mereka sendiri.

Sayangnya, genetika mereka menghasilkan anak-anak yang memiliki rahang bawah yang panjang dan menonjol, sehingga tidak dapat berbicara dengan benar, tidak bisa mengunyah dan air liur menetes ke mana-mana.

Lanjut ke halaman berikutnya

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Grid Network
Sumber: Intisari
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas