Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pelaku Usaha Didorong Menjaga Iklim Keberlanjutan Manusia

Para peneliti yang menghadiri konferensi ini, lanjut Hendrawati akan merasa terbantu dalam menyempurnakan ide-ide penelitian mereka sendiri.

Pelaku Usaha Didorong Menjaga Iklim Keberlanjutan Manusia
Istimewa
Konferensi ini berfungsi sebagai platform untuk membantu kalangan peneliti di seluruh negara untuk mengeksplorasi peran penting bisnis inklusif di dunia saat ini untuk keberlanjutan dan pertumbuhan masyarakat manusia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Yayasan Research Synergy dan Fakultas Administrasi Bisnis FIA UNIKA Atmajaya telah menyusun “2nd International Conference on Inclusive Business in the Changing World ( 2nd ICIB)”.

Konferensi ini berfungsi sebagai platform untuk membantu kalangan peneliti di seluruh negara untuk mengeksplorasi peran penting bisnis inklusif di dunia saat ini untuk keberlanjutan dan pertumbuhan masyarakat manusia.

Ketua Yayasan Research Synergy Hendrati Dwi Mulyaningsih mengatakan, 2nd ICIB juga bertujuan memberikan kesempatan kepada akademisi, praktisi, ilmuwan, dan sarjana dari berbagai disiplin ilmu untuk membahas sebuah jalan bagi peran pemerintah, bisnis dan masyarakat dalam mengidentifikasi cara untuk menghadapi tantangan global.

"Ide-ide penelitian dan studi yang kami terima untuk konferensi ini sangat menjanjikan, unik dan berdampak. Saya percaya, studi ini memiliki potensi untuk menghadapi tantangan utama dalam berbagai sub-domain dari ilmu sosial," kata Hendrati dalam sambutannya, Rabu (6/3/2019).

Baca: Keasyikan Main Game di Ponsel Bikin Bocah Usia 6 Tahun Ini Terjebak di Dudukan Kloset

Para peneliti yang menghadiri konferensi ini, lanjut Hendrawati akan merasa terbantu dalam menyempurnakan ide-ide penelitian mereka sendiri, menemukan solusi untuk dasar atau diterapkan pada masalah yang mereka hadapi. Mereka pun bisa berinteraksi dengan peneliti terkenal lainnya agar bisa melakukan kolaborasi.

Baca: Mahfud MD Diancam Akan Dituntut, Yunarto Wijaya Ingatkan Andi Arief Soal Hak untuk Mengutuk

Dia menjelaskan, Yayasan Research Synergy saat ini telah memiliki kombinasi antara profesor senior dan peneliti junior dari wilayah geografis dan bidang studi yang berbeda. Keragaman ini membuat platform ini menjadi tempat yang ideal untuk berbagi dan bertukar ide, mendapatkan umpan balik dan meningkatkan kualitas penelitian untuk penerbitan lebih lanjut dalam jurnal atau proceeding terindeks scopus.

Sementara itu, Rektor Atmajaya Dr. Agustinus prasetyantoko mengatakan, perkembangan teknologi memang menjadi sesuatu yang bagi untuk semua kemajuan manusia. Dunia pendidikan seperti di universitas pun membutuhkan hal baru dan ide-ide cemerlang untuk perbaikan di masa depan.

"Kita harap konferensi ini menjadikan masa depan yang lebih baik kaitannya dengan perkembangan revolusi industri 4.0," ujarnya.

Profesor dari Universitas Soka, Jepang, Hiroo Takahashi, yang hadir dalam konfensi ini menuturkan, perluasan ekonomi pasar dalam skala global membaca sejumlah persoalan sosial seperti lingkungan global, iklim, polusi, kemiskinan, dan etika bisnis dalam hidup.

"Persoalan ini pun tak bisa diselesaikan tanpa kerja sama antaranegara. Perbaikan harus dilakukan bersama-sama sehingga apa yang bisa berdampak negatif dari perkembangan bisnis dunia mampu diminimalisir," katanya.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas