Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kubik Leadership Gelar Diskusi Hadapi Perubahan Era Disruptif

Lembaga training, coaching dan consulting meluncurkan produk terbaru untuk para leader agar lebih agile dalam menghadapi perubahan di era disruptif in

Kubik Leadership Gelar Diskusi Hadapi Perubahan Era Disruptif
Istimewa
Kubik Leadership, lembaga training, coaching dan consulting meluncurkan produk terbaru untuk para leader agar lebih agile dalam menghadapi perubahan di era disruptif ini. 

TRIBUNNEWS.COM - Kubik Leadership, lembaga training, coaching dan consulting meluncurkan produk terbaru untuk para leader agar lebih agile dalam menghadapi perubahan di era disruptif ini.

Bertajuk “Embrace Your Brain to Become Agile Leader” selama dua hari, 11-12 April 2019 para leader dari berbagai perusahaan belajar bersama sekaligus berlatih menggunakan kemampuan otak yang sangat dahsyat potensinya agar mampu bersaing dan memenangkan kompetisi dan tetap bahagia menjalankan perannya.

Dalam keterangan tertulis yang diterima dijelaskan, pada sesi pertama, Jamil Azzaini, CEO Kubik Leadership membuka sesi dengan menyampaikan serangkaian pertanyaan pada peserta mengenai apa saja kondisi yang dihadapi dalam pekerjaan dan kehidupan sehari hari.

Ternyata tantangannya sangat tinggi. Tidak hanya dari luar tapi juga internal perusahaan.

Baca: 5 Manfaat Jambu Biji, Mulai dari Redakan Batuk Hingga Cegah Diabetes

Dari luar misalnya persaingan yang makin tajam, harga yang bergerak naik, digitalisasi yang menggantikan peran manusia dan ekspektasi pelanggan semakin tinggi, sementara manajemen tetap mengharuskan omset naik dan margin tetap besar.

Baca: Artis FTV Agung Saga Sempat Ungkap Permintaan Maaf Sepekan Sebelum Ditangkap karena Kasus Narkoba

Padahal tim belum bisa di ajak bergerak lebih cepat. Kondisi ini bisa menimbulkan kelelahan dan stress jika tidak di kelola dengan baik.

Jamil mengingatkan, bisa jadi selama ini sebagai pemimpin kita belum memaksimalkan kemampuan otak dalam menyelesaikan masalah yang ada. Padahal faktanya otak memiliki lebih dari 100 piranti yang di dalamnya ada sel sel yang disebut neuron.

Jika semua neuron tersambung akan menjadi 1.800 triliun sambungan dan memiliki potensi luar biasa yang bisa jadi tidak pernah terbayang sebelumnya oleh manusia.

Salah satunya adalah bagaimana menjadi pemimpin yang lincah yang dapat menyesuaian kondisi dengan cepat, ditandai dengan emosi yang stabil, fleksibel melihat masalah dan menangkap peluang serta mengambil keputusan tepat dengan cepat.

Pada sesi kedua dan ketiga , dr. Amir Zuhdi, pakar Neuroscience semakin membuka wawasan peserta bagaimana memanfaatkan otak agar dapat mengelola dan mentransformasi emosi, sebagai langkah awal menjadi pemimpin yang agile.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas