Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Christian Bautista Banting Setir Jadi Guru SLB

Christian Bautista untuk kali pertama merambah dunia film. Pelantun lagu Since I Found You main di film berjudul Simponi Luar Biasa.

Christian Bautista Banting Setir Jadi Guru SLB
Tribunnews.com/Adiatma Putra Fajar
Christian Bautista

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi asal Filipina, Christian Bautista untuk kali pertama merambah dunia film. Pelantun lagu Since I Found You ini main di film berjudul Simponi Luar Biasa atau A Special Symphony.

Dalam film besutan Awi Suryadi tersebut, ia berperan sebagai Jayden Ruiz, pemuda yang punya angan-angan menjadi penyanyi terkenal. Namun, untuk meraih cita-citanya itu. Jayden menemukan banyak rintangan. Ia harus bersusah payah menemukan label rekaman yang bisa mengorbitkan karya-karyanya. Di satu sisi, ia didesak kebutuhan. Sewa apartemennya selama tiga bulan belum dibayat. Supaya tidak kehilangan tempat tinggal, ia berusaha cari pinjaman.

Satu-satunya yang diharapkan untuk mendapatkan uang adalah melalui tantenya bernama Tita yang diperankan oleh Maribeth. Sayang, tantenya tidak bisa meminjamkannya. Akhirnya, dengan berat, ia terpaksa menjual gitar kesayangannya yang merupakan warisan dari sang ayah.

Sebelumnya, Tita menyarankan Jayden untuk meninggalkan Manila menuju Jakarta. Di sana, ia disuruh menemui ibu kandungnya Marlina Anasazar yang diperankan oleh Ira Wibowo. Jayden dan ibunya terpisah sejak lama. Karena menilai peluangnya kecil untuk mencapai kesuksesan di Manila, ia kemudian bertolak ke Jakarta dengan uang dari penjualan gitar tersebut.

Sesampainya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jayden langsung dijemput ibu kandungnya. Saat itu, Jayden seperti bertemu orang asing. Maklum, ia sudah lama tak bertemu dengan wanita yang melahirkannya itu. Mereka hanya bicara seperlunya. Betul-betul kaku.

Jayden memang tidak terlalu senang dengan pertemuan tersebut. Sebab, di kepalanya ia merasa ibunya itu telah meninggalkannya dan ayahnya di Manila. Namun, ibunya punya alasan lain mengapa ia meninggalkan suami dan anaknya ke Jakarta.

Suka tidak suka, Jayden harus tinggal bersama keluarga ibu kandungnya. Ternyata, mereka sangat menerima kehadiran Jayden di rumah itu. Sama sekali tidak menganggapnya seperti orang lain.

Saat sedang sarapan pagi, ibu kandungnya mengajak Jayden pergi ke sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus atau Sekolah Luar Biasa (SLB). Anak-anak di sekolah itu kelak akan mengubah hidupnya. Di sana, ia melihat bagaimana susahnya mengajar anak-anak itu. Membutuh kesabaran dan keseriusan untuk mendidik mereka.

Di sebuah kelas, ia melihat kekacauan. Anak-anak berkebutuhan khusus itu sibuk dengan dirinya masing-masing. Gurunya mengalami kesulitan untuk mengendalikan situasi tersebut. Dengan spontan, ia mengambil gitar usang yang berada di atas meja. Ia memainkannya sambil menyanyikan sebuah lagu. Ternyata, lagu tang dinyanyikannya itu memancing anak-anak untuk mendengarkannya. Suasana pun hening.

Sang kepala sekolah, ibu Rinjani yang diperankan dengan apik oleh Ira Maya Sopha lantas menawarkannya untuk menjadi staf pengajar. Pasalnya, kepala sekolah itu menilai bahwa ia punya bakat untuk menjadi pendidik anak-anak berkebutuhan khusus.

Tanpa banyak pikir, Jayden langsung menerimanya. Ibu kandungnya juga setuju Jayden punya aktivitas tersebut sembari menunggu peluang lain menghampirinya. Sebagai guru dadakan, ia punya metode mengajar yang berbeda. Latar belakang musik menjadi acuannya dalam mengajar.

Belakangan, caranya mengajar itu mendapat tentangan dari seorang guru bernama Dimas. Bahkan, ia sempat memutuskan berhenti mengajar. Namun, di satu sisi anak-anak itu menyukai caranya mengajar. Bahkan, berkat kerja kerasnya, ia membawa anak-anak itu mengikuti festival paduan suara.

Namun, ia resah. Sebab, ia mendapatkan kabar bahwa ada produser musik di Manila yang tertarik dengan karya-karyanya. Untuk itu ia harus meninggalkan Jakarta. Waktunya sangat mendesak. Di satu sisi ia kepengin menemani anak-anak itu tampil dalam kompetisi. Ia mengalami dilema.

Bagaimanakah kisah Jayden selanjutnya? Apakah ia memutuskan pergi ke Manila untuk mengejar cita-citanya menjadi penyanyi terkenal atau menemani anak-anak berkebutuhan khusus yang begitu dicintainya? Tunggu saja, tanggal mainnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Willem Jonata
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas