Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
Home »

Seleb

»

News

Kasus Century

Nadia Mulya Soal Kasus Bank Century: Para Pelaku Semakin Tidak Punya Power

Presenter Nadia Mulya, yang juga merupakan putri kandung Budi Mulya, mengaku optimistis kasus Bank Century dapat diusut tuntas.

Nadia Mulya Soal Kasus Bank Century: Para Pelaku Semakin Tidak Punya Power
Tribunnews.com/Achmad Rafiq
Nadia Mulya 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Regina Kunthi Rosary

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presenter Nadia Mulya, yang juga merupakan putri kandung mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa Budi Mulya, mengaku optimistis kasus Bank Century dapat diusut tuntas.

Pasalnya, ujar Nadia kepada Tribunnews.com, roda kehidupan selalu berputar dan akan ada saatnya para orang yang sesungguhnya bersalah akan menghadapi hukum sebagaimana mestinya.

"Orang-orang itu, yang pada saatnya memiliki kuasa yang sangat tinggi, yang merasa diri seperti Tuhan, yang berani merampok negara kemudian menyalahkan orang lain, mereka kan nggak selalu di atas dan musuh mereka juga banyak," tutur Nadya ketika dihubungi melalui sambungan telepon pada Selasa (26/04/2016).

"Jadi, aku optimis, seiring perjalanan waktu, seiring pelaku-pelaku mulai semakin tidak punya power, sementara musuh mereka semakin punya power, akan berubah semua lakon ceritanya. Menurut aku, udah hukum alam, sih, segala sesuatu ada sebab-akibat, ada naik-turunnya," lanjut Nadia.

Pada 16 Juli 2014 lalu, Budi Mulya, sebagai terdakwa kasus dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, divonis oleh majelis hakin Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dengan pidana 10 tahun penjara.

Budi Mulya terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi.

Namun, Nadya berkeyakinan ayahnya yang saat itu menjabat Deputi Gubernur Bank Indonesia bidang moneter tidak akan mampu membuat kebijakan dana talangan (bail out) Bank Century Rp6,7 triliun.

Hukuman Budi Mulya bahkan diperberat menjadi 15 tahun penjara setelah permohonan kasasi KPK diterima Majelis Hakim MA.

Berdasarkan kasasi yang diajukan JPU, pemberian persetujuan penetapan pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) kepada PT Bank Century Tbk oleh Budi Mulya dilakukan dengan itikad tidak baik.

Budi dianggap melawan hukum karena menyebabkan kerugian keuangan negara sejak penyetoran Penyertaan Modal Sementara (PMS) sejak 24 November 2008 hingga Desember 2013 sebesar jumlahnya Rp8,012 triliun.

Selain itu, PT Bank Century Tbk yang ditetapkan sebagai bank gagal berdampak sistemik diserahkan kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 21 November 2008.

Saat itu, Budi Mulya selaku Deputi Gubernur BI menyetujuinya dalam Rapat Dewan Gubernur BI.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas