Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
Home »

Seleb

Teman-Teman Menolak 'Cilok Muncrat' Gratis dari Mulan Jameela, Apa Sebab?

Sebelum Mulan memutuskan berjualan camilan Cilok Muncrat ke kalangan temannya, mereka menolak menerima cilok gratis terus

Teman-Teman Menolak 'Cilok Muncrat' Gratis dari Mulan Jameela, Apa Sebab?
KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG
Mulan Jameela diabadikan di kediamannya di Jalan Pinang Mas, Pondok Pinang, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (18/3/2017) malam. 

TRIBUNNEWS.COM - Penyanyi Mulan Jameela (37) mengungkapkan bahwa, sebelum ia memutuskan berjualan camilan Cilok Muncrat ke kalangan temannya, mereka menolak menerima cilok gratis terus menerus darinya.

Padahal, Mulan mengaku, ia mau saja memberi dengan cuma-cuma.

"Teman-teman aku banyak yang beli, beneran beli, karena teman-teman aku rata-rata pada enggak mau dikasih, karena kan keseringan banget dikasih sama aku. Katanya, beli aja. Ya udah," cerita Mulan dalam wawancara di kediamannya di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Sabtu (18/3/2017) malam.

Berkat dorongan kawan-kawannya itu, istri artis musik Ahmad Dhani ini mulai berani memasang harga untuk cilok yang diproduksinya untuk kalangan temannya. Untuk 400 gram, harganya Rp 69.000.

Selain cilok, ia juga menjual cireng, ceker, dan lidah sapi untuk kawan-kawannya. Ternyata, tanpa disangka, jajanan Mulan itu diminati oleh banyak temannya.

"Sempat kepikiran, seru juga ternyata ya. Itu kan awalnya hobi, aku hobi masak. Kenapa enggak? Ya, mungkin aja nanti-nanti bisa jadi usaha kuliner. Ya, mudah-mudahan," katanya.

Namun, meski tertarik, ibu empat anak ini merasa belum mampu berbisnis kuliner untuk umum.

Sebab, jika ingin membuatnya menjadi bisnis berskala besar, ia harus menyiapkannya dengan matang dan meluangkan banyak waktu.

"Ya, kalau melihat animo dari masyarakat, ya sebenarnya tertantang juga sih, karena memang khususnya kalau orang Jawa Barat makanan cilok dengan resep yang aku bikin jarang ada," ujarnya.

"Cuma, aku terus terang, kalau untuk jualan ke umum aku belum siap, karena memang kalau itu kan harus niat, ada pegawainya, ya harus pikirkan juga packaging-nya, enggak sembarangan lah. Diniatin lah, paling enggak dibenerin dulu sistemnya kayak gimana," imbuhnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas