Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Equestrian Jabar Open 2015

Kompak dan Solid Diantara Komunitas Berkuda Ketangkasan

Euforia yang tersaji di Parongpong sekaligus juga membuktikan keterbukaan dan kebesaran hati dari jajaran komunitas equestrian

Kompak dan Solid Diantara Komunitas Berkuda Ketangkasan
ist
Jose Rizal Partokusumo 

TRIBUNNEWS, COM.PARONGPONG - Atmosfir persaingan yang terjadi pada Kejuaraan Equestrian Jabar Open 2015 yang juga menjadi seri perdana Kejurnas dan Pra PON 2015, yang dihelat Jumat-Minggu (20-22/3) di Denkavkud, Parongpong, Jabar, menunjukkan tingginya tingkat kebersamaan, kekompakan dan soliditas diantara komunitas berkuda ketangksan.                                                 

Euforia yang tersaji di Parongpong sekaligus juga membuktikan keterbukaan dan kebesaran hati dari jajaran komunitas equestrian.

Mereka sejak awal memberi kesempatan kepada seluruh riders untuk tampil, termasuk para atlet yang dinominasikan oleh Federasi Equestrian Indonesia (EFI) untuk tampil di SEA Games Singapura, Juni mendatang.

Hal ini bertolak belakang dengan sikap pengurus EFI yang tidak pernah secara terbuka memberlakukan seleksi untuk pembentukan tim equestrian ke multi-event.                                                                                       

"Kami sudah memperjuangkan agar untuk pembentukan timnas equestrian diberlakukan seleksi, tetapi pengurus EFI tak pernah meresponnya dengan baik," ujar Jose Rizal Partokusumo, pemilik JN Stud Stable, Bogor.         

Karena sudah ditinggalkan oleh mayoritas 'stakeholders' equestrian, EFI juga nyaris tak punya agenda kegiatan akbar yang menghadirkan perwakilan dari banyak klub/stable.

Ironisnya, kenyataan tersebut sepertinya masih diabaikan oleh pimpinan KONI Pusat.

Tono Suratman, Ketum KONI Pusat, serta Suwarno yang Ketua Satlak Prima, pernah menjanjikan akan mengembalikan legalitas pengelolaan equestrian pada yang lebih berhak.

Namun, hingga saat ini KONI Pusat dan Satlak Prima belum mengambil sikap.     

"Jadi kepada siapa lagi kita harus mengadu? Mereka seperti tak punya empati kepada siapa yang sebenarnya lebih menggerakan pembinaan equestrian ini," kata Jose.                                                       

Dibanding disiplin pacuan, program kegiatan berkuda ketangkasan memang lebih sedikit. Seri kejurnas pacuan setiap tahunnya di atas 20 event, sementara kegiatan equestrian mungkin hanya enam.

Akan tetapi, disiplin equestrian jauh lebih besar interaksinya. Equestrian dikompetisikan di berbagai tingkatan multi-event, dari SEA Games sampai Olimpiade. Belum lagi banyaknya kegiatan single-event.                                     

Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan equestriannya, khususnya jika organisanya dikelola secara. benar. tb

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Toni Bramantoro
  Loading comments...

Berita Terkait :#Equestrian Jabar Open 2015

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas