Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Suwarno Masuk Bursa Calon Ketua KOI

Suwarno masuk bursa bakal calon ketua Komite Olimpiade Indonesia 2015-2019

Suwarno Masuk Bursa Calon Ketua KOI
Suwarno 

TRIBUNNEWS, COM. JAKARTA - Wakil Ketua Umum I KONI Pusat yang juga Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), Suwarno masuk bursa bakal calon ketua Komite Olimpiade Indonesia 2015-2019 yang akan ditentukan melalui kongres bulan Oktober mendatang.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum V KONI Pusat Robert Inkiriwang juga disebutkan akan dimajukan.         

"Pak Tono Suratman sendiri memutuskan untuk tidak maju, tetapi memajukan mereka, atau kemungkinan besar salah satunya," ungkap seorang tokoh olahraga yang mengaku mengetahui dinamika yang terjadi di seputar perebutan kursi 'KOI-1'.                             

Tono Suratman, ketum KONI Pusat 2011-2015, sebelumnya disebutkan siap untuk maju dalam perebutan ketua KOI 2015-2019 tersebut.                 

Namun, Tono Suratman belakangan memastikan untuk all-out mempertahankan jabatannya di KONI Pusat, pada Mukernas bulan November mendatang. Belum diketahui siapa lagi balon ketum KONI Pusat 2015-2019 selain Tono Suratman.                                             

"Pak Tono lebih sreg untuk memajukan Ketua Satlak Prima Suwarno atau  Robert Inkiriwang sebagai kandidat ketua KOI mendatang itu," sebut tokoh olahraga itu.

Di luar nama Robert Inkiriwang dan Suwarno, ada dua balon ketua KOI lainnya, yakni Ketua KONI Sumsel Mudai Maddang dan Sesmenpora Alfitra Salam.                                                     

Meski di luar bursa balon ketua KOI sudah agak ramai, hal itu belum mempengaruhi ketua KOI 2011-2015 Rita Subowo.                                    

Banyak tokoh olahraga yang menyebutkan, Rita Subowo  masih layak  difavoritkan untuk menduduki jabatannya kembali, periode 2015-2019.

Kendati demikian, Rita Subowo yang diakui memiliki akses luas dan hubungan internasional yang amat baik, terancam bisa dihadang ketentuan maksimal masa jabatan dua periode.                                         

Hal itu bisa terjadi jika posisinya sebagai ketum KONI Pusat dan sekaligus ketum KOI pada periode 2007-2011 dianggap sebagai satu periode jabatan ketum KOI.                           

"Ketua KOI harus benar-benar memahami aspek olahraga internasional, dan yang pasti kuat finansialnya juga," ujar Wijaya Mithuna Noeradi, Wakil Sekretaris PP Pordasi. tb

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Toni Bramantoro
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas