Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

LIMA Basketball Nasional

Putri Universitas Katolik Parahyangan Ke LIMA Basketball Nasional

Tensi tinggi sudah terlihat sejak awal pertandingan. Di kuarter pertama, kedua tim menahan imbang skornya 8-8. Di kuarter kedua, Unpar lebih dominan.

Putri Universitas Katolik Parahyangan Ke LIMA Basketball Nasional
ist
Putri Universitas Katolik Parahyangan Ke LIMA Basketball Nasional 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Meski bukan laga final, sebab hanya terdiri dari satu pul, permainan Tim Putri Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) kontra Universitas Padjadjaran (Unpad) sengit.

Pasalnya, kedua tim yang sama kuat ini memperebutkan gelar juara LIMA Basketball: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018.

Tak hanya gelar juara, laga ini juga menjadi penuh gengsi karena menjadi penentu satu jatah ke nasional. Unpar berhasil merebut kemenangan usai tekuk Unpad dengan skor tipis, 48-46.

Tensi tinggi sudah terlihat sejak awal pertandingan. Di kuarter pertama, kedua tim menahan imbang skornya 8-8. Di kuarter kedua, Unpar lebih dominan.

Serangan-serangan cepat tim berkostum putih itu membawanya unggul enam poin dari Unpad. Kuarter kedua berakhir dengan skor 19-13.

Unpad tak diberi celah untuk menyusul. Hingga kuarter ketiga berakhir, keunggulan tak pernah berubah untuk Unpar. Tim asuhan pelatih Arifin itu masih memimpin dengan selisih enam poin di kuarter ketiga.

Kedua tim memanas di kuarter terakhir. Unpad mencoba mencuri poin. Tembakan tiga poin masing-masing dari Alya Zahrani (1), Yehan Nurchalidza (10), dan Linggar Widhelia Sigit (16) menyumbang sembilan angka ke dalam koleksi tim berkostum biru tua. Namun, poin tersebut belum mampu membuat kedudukan kembali imbang.

Telah unggul dengan koleksi 48 poin di menit terakhir pertandingan, Unpar kembali diancam lawannya. Beberapa detik menjelang kuarter keempat berakhir, Unpad menambah satu bola, sehingga hanya menyisakan selisih dua poin antara keduanya.

Namun, tim asal kampus Jatinangor itu tak mampu menambah angka kembali. Akhirnya, Unpar memenangi laga ini dengan skor tipis, 48-46.

“Pertandingan ini betul-betul penentuan apakah kami bisa ke nasional atau tidak. Tadi kedua tim memang mati-matian bermain. Namun kita punya skema khusus, dan akhirnya ada hasilnya. Mentalitas anak-anak juga bagus hari ini. kita sebagai juara bertahan, harus punya target untuk mempertahankan,” tutur Hendra Kurniawan, asisten pelatih Unpar.

Unpar menjadi tim yang berhasil menyapu bersih seluruh laga tanpa kekalahan. Dengan begitu, tim tersebut mengukuhkan diri di puncak LIMA Basketball: Blibli.com (WJC) 2018. Unpar juga akan mewakili WJC di fase nasional yang akan digelar di Surabaya, 9-16 Agustus mendatang.

“Dari pengalaman tahun lalu, kami bersaing ke nasional itu berat. Kami belajar di musim ini bahwa kehilangan dua pemain bagus disini tidak mudah. Dua minggu kedepan pelatih kepala kami sudah pulang. Kami akan susun permainan kembali. Yang jelas kami akan mempersiapkan yang terbaik untuk nasional,” papar Hendra.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Toni Bramantoro
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas