Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Bulu Tangkis

Pelatih Evaluasi Pelapis Marcus/Kevin dan Fajar/Rian

Pelatih kepala ganda putra nasional Indonesia, Herry Iman Pierngadi, menganggap ada banyak hal yang perlu dibenahi bagi pemain pelapis.

Pelatih Evaluasi Pelapis Marcus/Kevin dan Fajar/Rian
Humas PBSI
Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso 

TRIBUNNEWS.COM - Ganda putra Indonesia pelapis Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto masih perlu memperbaiki banyak hal demi bisa bersaing di level elite dunia.

Indonesia sudah memiliki tiga ganda putra yang menembus peringkat lima besar dunia dalam daftar peringkat yang dirilis Federasi Bulu Tangkis Dunia (Badminton World Federation/BWF), Selasa (16/4/2019).

Mereka ialah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (peringkat pertama dunia), Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (peringkat keempat dunia), dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (peringkat kelima dunia).

Namun, pasangan ganda putra di bawahnya belum menunjukkan prestasi signifikan yakni Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso, Berry Angriawan/Hardianto, dan Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Saputra.

"Kalau terlalu jomplang sekali sih enggak ya, tinggal sedikit lagi. Pada Malaysia Open (Wahyu/Ade) sudah mau menang, kalah lagi. Tetapi, kekalahan mereka menurut saya masih bisa diterima, bisa dipertanggungjawabkan," kata pelatih kepala ganda putra nasional Indonesia, Herry Iman Pierngadi.

"Wahyu/Ade waktu melawan Zhang (Nan)/Liu (Cheng), poinnya mepet, seharusnya bisa menang. Namun akibat kurang tenang, lawan yang merupakan juara dunia cukup baik, mereka kurang tenang saat adu setting. Pada gim ketiga juga ada unsur lucky juga," ucap Herry IP.

Sementara itu, Berry/Hardianto dianggap perlu memperbaiki fokus saat bertanding karena banyak shuttlecock yang seharusnya tidak mati, tetapi error sendiri.

"Kalau bicara level dunia, top 10 atau top 5, matinya harus dibunuh lawan, tidak boleh error sendiri. Kalau masih error, harusnya bukan pemain Top 10. Musuh kalau dapat poin harus membunuh, bukan dapat gratisan misalnya servis nyangkut, smash out, seperti itu. Nah ini yang harus mereka perbaiki, dari latihannya," tutur Herry.

Saat ini, Wahyu/Ade menduduki ranking ke-25 dunia, Berry/Hardianto menempati posisi ke-17 dunia, dan Sabar/Frengky berada di urutan ke-45 dunia.

BACA SELENGKAPNYA DI SINI

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Bolasport.com
Sumber: BolaSport.com
  Loading comments...

Berita Terkait :#Bulu Tangkis

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas