Superball
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Ketua Masyarakat Sepak Bola Indonesia Daftar Jadi Calon Ketum PSSI Periode 2015-19

Sarman memiliki latar belakang sebagai Ketua Masyarakat Sepak Bola Indonesia.

Ketua Masyarakat Sepak Bola Indonesia Daftar Jadi Calon Ketum PSSI Periode 2015-19
Deodatus Pradipto
Ketua Masyarakat Sepak Bola Indonesia, Sarman el Hakim. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tenggat waktu pendaftaran Calon Ketua Umum PSSI periode 2015-2019, Rabu (21/1/2015) dimanfaatkan secara baik olehSarman El Hakim. Secara percaya diri, Sarman bahkan menjanjikan sepak bola Indonesia kembali kepada masyarakat jika terpilih sebagai Ketua Umum PSSI.

“Saya salah satu yang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI 2015-2019. Kita berharap dari Kongres bulan April nanti melahirkan Ketua Umum PSSI yang menjawab keinginan masyarakat Indonesia. Sekarang ini kepercayaan masyarakat kepada PSSI telah hilang akibat prestasi yang terus melorot,” ujar Sarman kepada Tribunnews.com di kantor PSSI.

Sarman memiliki latar belakang sebagai Ketua Masyarakat Sepak Bola Indonesia. Pria 47 tahun itu mengklaim telah enam tahun mempelajari permasalahan yang ada di persepakbolaan nasional. Dari pembelajaran itu Sarman telah memiliki suatu konsep yang terencana. Dari konsep itu, Sarman yakin sepak bola akan kembali ke tangan masyarakat.

“Kalau kita ingat pada 1938 kita pernah hadir di Piala Dunia tapi namanya Hindia Belanda. Kita berharap Ketua Umum PSSI yang terpilih harus membuktikan prestasi dunia,” ujar pria asal Bukit Tinggi, Sumatera Barat tersebut.

Bagaimana langkah konkret Sarman untuk meningkat prestasi persepakbolaan Indonesia? Menurut dia, pemerintah harus mengambil peranan. Salah satu peranan yang dimaksud Sarman adalah perencanaan pemerintah yang sesuai dengan jadwal PSSI. Sebagai contoh, Sarman berjanji pertandingan-pertandingan sepak bola di Indonesia nantinya tidak akan mendapat larangan dari pihak kepolisian.

“Seperti final ISL tahun lalu yang dipindah dari GBK ke Palembang. Itu mencederai, menjadi bahan tertawaan. Apakah kepolisian tidak sanggup untuk mengamankan? Ini salah satu tolak ukur kegagalan sehingga ke depannya Ketua Umum PSSI yang baru bisa bekerja sama dengan kepolisian dan segenap lapisan masyarakat,” papar Sarman.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Deodatus Pradipto
Editor: Ravianto
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas