Superball
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Agus Yuwono Protes Sanksi PSSI dan Ingin Ajukan Banding

Agus merasa menjadi korban. Pasalnya dia tidak pernah terlibat pengaturan skor. Justru ia membeberkan kepada publik terjadi pengaturan skor

Agus Yuwono Protes Sanksi PSSI dan Ingin Ajukan Banding
ist
Agus Yuwono 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Mantan pelatih Gresik United, Agus Yuwono mengaku kaget dengan sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Agus protes dan berencana melakukan banding.

Keputusan Komdis PSSI menyebutkan Agus Yuwono dihukum berupa larangan beraktivitas dalam kegiatan sepak bola di lingkungan PSSI selama 5 tahun.

"Agus Yuwono kita panggil terus, namun sampai sekarang tidak bisa hadir memenuhi panggilan Komdis. Padahal kami butuh keterangannya. Meski Komdis menghukum tapi hukuman ini bisa dibanding mulai hari ini juga," ujar Ketua Komite Disiplin PSSI, Ahmad Yulianto.

Menanggapi itu, Agus mengaku kaget dengan keputusan sepihak tersebut. "Saya baru dengar kalau nama saya disebut-sebut kena sanksi. Sampai sekarang, saya belum dapat pemberitahuan resmi dari Komdis PSSI terkait pemberian hukuman itu. Oleh karena itu, saya juga kaget dengan sanksi itu," kata Agus kepada Harian Super Ball.

Agus menuturkan, dengan sanksi itu, dirinya justru menjadi korban. Pasalnya dia tidak pernah terlibat pengaturan skor.

Padahal dia justru membeberkan kepada publik terjadi pengaturan skor saat dirinya melatih Gresik United.

"Saya justru menjelaskan kepada publik, ada pengaturan skor. Saya tidak terlibat di dalamnya. Jadi aneh, kalau malah saya yang dikenai sanksi. Saya akan menerima sanksi itu, kalau memang terlibat dalam match fixing dan menerima uang dari pihak tertentu. Saya jadi merasa dikorbankan oleh PSSI. Ada apa, justru saya yang dikenakan sanksi," tutur Agus.

Agus menerangkan, keterangannya beberapa bulan lalu terkait adanya praktik suap, justru untuk memberikan informasi kepada PSSI.

"Seharusnya PSSI berterima kasih dengan informasi yang saya berikan, bukannya malah saya yang dikenakan sanksi. Ini benar-benar aneh. Atas dasar apa Komdis PSSI memberikan sanksi. Saya yang berikan informasi, kenapa justru saya yang diberikan sanksi," terang Agus.

Agus menjelaskan, praktik match fixing yang dialaminya itu saat melatih Gresik United. Kala itu di Liga Super Indonesia (LSI) musim 2013, saat Gresik United melawan Persik Kediri dan Barito Putera.

"Sebelum pertandingan BS menelepon saya untuk mengalah dengan imbalan uang Rp 200 juta di masing-masing dua pertandingan tersebut. Kala itu saya jawab, saya tidak mau menerima uang itu, karena saya ingin tim menang. Akhirnya pertandingan berjalan tanpa match fixing dan hasilnya kami imbang 1-1 dengan Persik Kediri dan 2-2 dengan Barito Putera," jelas Agus.

Beberapa bulan lalu BS justru mengajak Agus untuk menjelaskan kepada publik terkait match fixing tadi.

"Saat itu BS berjanji akan membuktikan terkait match fixing di dua pertandingan tim saya. Karena saya menolak praktik buruk dan mendukung kebersihan pertandingan, saya pun menerima ajakan BS. Jadi tujuan saya sebenarnya adalah menolak match fixing dan memberikan informasi kepada publik dan PSSI yang seharusnya bisa menyelidikinya," ujar Agus.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas