Superball
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Timnas Indonesia

Indonesia Terancam Sanksi Jika Ada Flare di Laga Persahabatan Kontra Myanmar

"Kita terancam sanksi lebih besar jika masalah flare ini tidak bisa kita selesaikan. Pecinta Timnas harus kita berikan edukasi"

Indonesia Terancam Sanksi Jika Ada Flare di Laga Persahabatan Kontra Myanmar
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Atraksi The Jakmania, pendukung Persija Jakarta menyalakan flare. 

TRIBUNNEWS.COM - AFC Disciplinary Committee mendenda Indonesia pasca partai semifinal dan final Piala AFF lalu.

PSSI menghimbau seluruh suporter Timnas Indonesia agar tidak menggunakan flare di Stadion Pakansari selama laga friendly match melawan Myanmar pada Selasa (21/3/2017).

Direktur Media dan Hubungan Internasional PSSI, Hanif Thamrin mengatakan bahwa dirinya sudah berbicara dengan Head of Disciplinary Committe AFC, James Kitiching terkait flare dalam pertemuan NDRC bulan lalu.

"Kita terancam sanksi lebih besar jika masalah flare ini tidak bisa kita selesaikan. Pecinta Timnas harus kita berikan edukasi,menyalakan flare berarti membiarkan Timnas terancam bermain tanpa penonton," kata Hanif.

Dan berikut terlampir beberapa poin terkait flare

1. AFC menjatuhkan denda yang sangat besar kepada Indonesia pasca partai semifinal dan final AFF 2016, sehingga PSSI harus mencicil pembayaran denda tersebut selama dua tahun.

2. Jika flare kembali ada di laga resmi Indonesia, kita terancam dihukum denda yang lebih besar lagi, lebih buruk – dihukum bermain tanpa penonton.

3. Menghimbau kepada rekan-rekan media untuk mensosialisasikan pencegahan flare di stadion kepada penonton.

4. Menghimbau rekan-rekan media khususnya para fotografer, (jika ada yang menyalakan flare) untuk mengambil foto oknum tersebut agar memberikan efek jera berupa sanksi sosial.

5. Panitia tentu akan berusaha meminimalisi hal ini dengan memperketat keamanan di laga friendly match antara Indonesia v Myanmar

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas