Superball
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Liga Indonesia

Pelatih Bhayangkara FC Nilai Marquee Player Tak Adil Bagi Klub Kecil

Pelatih asal Skotlandia tersebut menilai bahwa regulasi tersebut tidak adil bagi sebagian klub yang tidak sanggup membeli.

Pelatih Bhayangkara FC Nilai Marquee Player Tak Adil Bagi Klub Kecil
TRIBUN/DANY PERMANA
Pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemny memberi instruksi saat timnya melakukan uji coba lapangan jelang pertandingan babak 8 besar Piala Presiden 2017 di Stadion Manahan, Solo, Jumat (24/2/2017). Bhayangkara FC akan berhadapan dengan PBFC pada Sabtu 25 Februari mendatang. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Kendati manajemen tim asuhannya berniat meramaikan regulasi yang diimbau PSSI terkait marquee player, namun Simon McMenemy mengaku tidak sejalan dengan hal tersebut.

Simon McMenemy menyerukan pertentangan pada regulasi PSSI yang telah dijalankan Persib Bandung tersebut.

Pelatih asal Skotlandia tersebut menilai bahwa regulasi tersebut tidak adil bagi sebagian klub-klub kecil yang tidak sanggup membeli.

"Justru saya pribadi tidak berpikir soal itu, karena saya memang kurang setuju soal regulasi tersebut. Namun kalau pun saya disuruh melatih pemain dunia tersebut tetap akan saya jalani karena itu memang tugas saya," kata Simon McMenemy pada Surya, Minggu (19/3/2017).

Pihakya menilai bahwa regulasi tersebut tidak memiliki manfaat yang banyak untuk sepak bola Indonesia, dan bahkan dirinya meyakini bahwa regulasi tersebut dapat membuat klub yang awalnya sudah menyatu dapat bubar lantaran adanya pemain dunia yang tiba-tiba datang.

"Saya rasa tidak ada untung dan manfaatnya untuk sepak bola indonesia, justru nantinya tim yang sudah berlatih sedemikian rupa, tiba-tiba kedatangan pemain bintang itu bisa-bisa merusak tim itu sendiri," jelasnya.

Selain itu, Simon menilai bahwa regulasi tersebut nyata tidak berpihak pada tim yang tidak memiliki biaya banyak untuk membeli atlet.

Hal ini tentu akan membuat kompetisi yang seharusnya menarik akan tidak menarik lantaran kalah imbang.

"Regulasi ini jelas kurang adil, sebab bagus untuk yang bisa beli dan tidak bagus untuk yang tidak bisa beli, dan saya merasa dari seluruh klub yang menghendaki ini hanya Persib Bandung saja yang ingin regulasi ini jalan," tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PSSI telah menetapkan bahwa saat kompetisi Liga 1 mendatang, terkait pemain asing akan menggunakan format 2+1+1,yakni dua pemain asing dari luar Asia atau bebas, satu pemain Asia dan satu pemain bintang atau Marquee Player.(dya ayu/surya)

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas