Superball
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Liga Italia

Ini Kehebatan Rekrutan Anyar AC Milan, Andre Silva

Di gim bola yang sangat serius ini, disebutkan Silva punya masa depan sangat cerah karena punya perangkat teknik mumpuni: penyelesaian (14)

Ini Kehebatan Rekrutan Anyar AC Milan, Andre Silva
superball.id
Andre Silva 

TRIBUNNEWS.COM - Football Manager menyebut Andre Silva sebagai striker komplet. Penyerang 21 tahun yang baru direkrut AC Milan dari FC Porto ini pun dinobatkan sebagai satu dari delapan pemain muda yang paling pantas direkrut di tahun 2017 ini.

Di gim bola yang sangat serius ini, disebutkan Silva punya masa depan sangat cerah karena punya perangkat teknik mumpuni: penyelesaian (14), sundulan (14), teknik (13), sentuhan pertama (13), dan dribble (13). Semua perangkat ini membuatnya bisa beroperasi di posisi mana pun di lini depan.

Ia pun punya mental juara, yang ditandai dari variabel sebagai berikut:  konsentrasi (15), keputusan (14), determinasi (17), dan antisipasi (15). Dikombinasikan dengan kecepatan (14), kelincahan 14), keseimbangan (15), serta kekuatan (14), yang di atas kertas membuatnya jadi seorang striker  sempurna.

Bagi seorang penyerang yang baru berusia 21 tahun (20 tahun saat variabel Footbal manager ini dibuat, Red), apa yang dimiliki Silva saat ini memang menjanjikan.

Musim lalu Silva sanggup mencetak 21 gol di semua ajang bersama Porto. Sementara di Timnas Portugal, secara luar biasa dia sudah mengoleksi tujuh gol dari delapan caps.

Statistik kesuburan tersebut tentu saja jauh di atas dua bomber utama Milan musim lalu, yakni Carlos Bacca dan Gianluca Lapadula. Kombinasi gol keduanya musim lalu bahkan hanya unggul satu gol dari torehan Silva.

Milan pun tak ragu merogoh 38 juta euro, ditambah 2 juta euro dalam bentuk bonus untuk mewujudkan transfer termahal kedua sepanjang sejarah Rossoneri, setelah perekrutan Rui Costa lalu. Pemain berusia 21 tahun tersebut akan mendapatkan gaji 1,9 juta euro per tahun dengan masa bakti lima tahun.

Impian Milan, Silva bersama para rekrutan anyar lain, bisa memberikan dampak instan. Target mereka adalah meraih trofi Europa League, sebagai jalan pintas berlaga di liga Champions dua musim ke depan.

Namun, satu hal yang harus digaris-bawahi, Silva harus beradaptasi dengan gaya di Serie A yang pastinya berbeda dengan di Liga NOS, Portugal.  Saat di Porto, Silva leluasa mengembangkan kesukaannya menggiring bola sembari melewati dua tiga pemain lawan --sepertinya layaknya Cristiano Ronaldo saat muda dulu.

Kebiasaan berlama-lama menggiring bola inilah yang bukan tak mungkin akan jadi bumerang. Ingat, Serie A bukan ranah yang ramah untuk para striker centil yang suka boros pamer kemampuan bak dalam pertunjukan sirkus.

Di negara tempat lahirnya catenaccio alias sistem grendel, dimana tradisi pertahanan mereka begitu kuat, dan para beknya sangar-sangar ini, membiarkan striker beraksi berlama-lama menggiring bola adalah sebuah dosa besar.

Silva harus banyak belajar ke pendahulunya, Marco van Basten. Striker flamboyan asal Belanda ini pada musim pertamanya di Serie A sempat kelimpungan karena selalu jadi sasaran tebasan para bek --gara-gara terlalu lama menggiring bola.

Belakangan, ia merombak gaya bermainnya menjadi lebih efisien, dan namanya pun harum jadi mesin gol --meski kemudian pensiun dalam usia 30 tahun setelah cedera gara-gara terlalu banyak ditebas lawan.

Karena itu, alih-alih pamer kemampuan mendrible bola, lebih baik Silva mentransformasi diri menjadi seorang predator pencetak gol. Memanfaatkan kemampuan larinya untuk mendahului lawan di dalam kotak penalti, dan mengoptimalkan lagi sentuhan akhir untuk membobol gawang lawan.

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas