Superball
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Liga Indonesia

Bobotoh Berterima Kasing kepada Djanur

Kini yang kedua kalinya Djanur mengungkapkan pengunduran diri dari kursi Pelatih Persib usai kalah 2-1 dari Mitra Kukar.

Bobotoh Berterima Kasing kepada Djanur
TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA
Bobotoh memberikan dukungan kepada Persib Bandung yang berlaga melawanMadura United dalam Indonesia Soccer Championships di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Sabtu (28/5/2016). Laga berakhir tanpa gol. 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Mundurnya Djadjang Nurdjaman dari kursi Pelatih Persib Bandung di akhir putaran pertama Liga 1 Indonesia 2017, mengejutkan banyak pihak.

Diketahui bahwa sebelumnya pun saat Persib tumbang oleh Bayangkara FC dengan skor 2-0, Djanur, sapaan akrab Djadjang Nurdjaman, sempat mengundurkan diri, tapi pihak manajemen Persib tidak melepasnya.

Kini yang kedua kalinya Djanur mengungkapkan pengunduran diri dari kursi Pelatih Persib usai kalah 2-1 dari Mitra Kukar.

Menurut salah satu pengurus Viking Persib Club, Agus Rahmat, keputusan yang diambil oleh Djanur untuk mengundurkan diri dari pelatih Persib dinilai sebagai keputusan yang bagus.

"Keputusan yang diambil pak Djanur bagus, sesuatu yang dipaksakan tidak akan baik, baik itu untuk Djanur atau Persib juga. Pasti pa Djanur juga sudah memikirkannya jauh-jauh hari dengan matang," ujar Agus Rahmat, yang akrab disapa Gusdul, di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Minggu (16/7/2017).

Gisdul mengucapkan terima kasih kepada Djanur, sebab setelah 19 tahun puasa gelar, di tangan Djanur, Persib berhasil merebut gelar juara Liga Indonesia 2014, Piala Presiden 2015 dan lainnya.

"Setelahnya juara Liga Indonesia pertama, dan hanya Djanur yang bisa membawa Persib meraih gelar juara liga kembali, hatur nuhun coach," ujar Djanur.

Gusdul berhatap, pihak manajemen harus cepat mencari pengganti Djanur dari sekarang, supaya Persib bisa tetap berprestasi.

"Siapapun yang nantinya melatih Persib baik pelatih asing atau lokal tidak masalah, yang penting bisa mengangkat prestasi Persib," ujar dia.

Gusdul berharap, pemain fokus ke pertandingan selanjutnya, bisa membuktikan dengan kerja keras dan semangat yang dibalut dengan kekompakan pada saat lawan Persija mendatang, walau tanpa didampingi Djanur.

"Saat menjamu Persija jangan sampai seri apalagi kalah, jadikan momen kebangkitan Persib dengan menumbangkan Macan kemayoran. Saat melawan PSM Makasar yang menjadi pemuncak klasemen sementara saja bisa menang, masa lawan Persija tidak bisa menang," ujar dia.

Seorang bobotoh Persib asal Kopo, Muchammad Syaban (26), mengaku mendukung keputusan Djadjang dan manajemen Persib, jika memang itu keputusan untuk kebaikan Persib.

"Saya harap bagi pengganti Djanur nanti, yang jelas bisa menyatukan visi pemain yang ada saat ini, karena kelihatannya tim yang sekarang kurang punya chemistry di lapangan, sebab masih banyak miss komunikasi terjadi yang berimbasnya buruknya performa di lapangan," ujar Syaban.

Selain itu untuk pelatih Persib nanti siapapun orangnya, dikatakan Syaban, semoga merupakan pelatih yang bisa memupuk mental pemain lebih kuat saat menjalani laga tandang.

"Sebab jika Persib bisa mendapat poin di laga tandang, akan berdampak pada posisi Persib di klasemen Liga 1 Indonesia," ucapnya. (*)

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas