Superball
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Liga 1

Penyebab Satu Rombongan Bonek Jadi Korban Pengeroyokan di Solo

Rombongan bonek tersebut dihadang oleh sekelompok orang sekitar 150-200 orang

Penyebab Satu Rombongan Bonek Jadi Korban Pengeroyokan di Solo
TRIBUNSOLO.COM/DARYONO
Aksi saling lempar batu antara Bonek dengan sekelompok pemuda, di depan Pasar Kleco, Jumat sekitar pukul 23.45 WIB. 

TRIBUNNEWS.COM - Kepala Kepolisian Resor Surakarta, Kombes Pol AKBP Ribut Hari Wibowo, menuturkan penyebab salah satu rombongan bonek menjadi korban pengeroyokan di daerah Banyuagung, Surakarta.

Sekelompok bonek yang hendak pulang menuju ke arah Surabaya dicegat di daerah Banyuagung, Surakarta.

Selengkapnya Baca: Kelompok Penyerang Awalnya Bersimpati pada Bonek yang Melintas, Jadi Antipati Karena Hal Ini

Bonek tersebut hendak pulang ke arah Surabaya usai mendukung Persebaya yang bermain tandang melawan PS Tira di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Jumat (13/4/2018).

Rombongan bonek tersebut dihadang oleh sekelompok orang sekitar 150-200 saat tiba di depan Rumah Makan Padang Murah Meriah, Jalan Ki Mangun Sarkoro, Banyuagung, Kecamatan Banjarsari, Surakarta.

Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (14/4/2018) sekitar pukul 03.15 WIB dan saat rombongan kepolisian yang mengamankan bonek sudah bubar.

Pihak kepolisian Surakarta sejatinya memberikan kawalan pada kelompok suporter tersebut.

Namun, masih ada rombongan yang terlewat hingga akhirnya menjadi korban pengeroyokan yang menyebabkan meninggalnya Micko Pratama dan seorang korban luka berat lainnya, Saddam.

Dituturkan oleh Ribut Hari Wibowo, satu truk terlewat akibat bonek tersebut tidak langsung pulang, melainkan jalan-jalan dulu di Yogyakarta.

"Rombongan ini tercecer dari rombongan besar karena setelah menyaksikan pertandingan mereka tidak kembali bersama-sama dengan suporter yang lain, tetapi istirahat dan jalan-jalan dahulu di Yogyakarta dan berangkat sekitar pukul 01.30 WIB," kata Ribut Hari Widodo pada sesi jumpa pers, Selasa (17/4/2018).

Pada hari yang sama kepulangan bonek ke Surabaya, pihak Kepolisian Surakarta memberikan pengawalan kepada suporter fanatik Persebaya Surabaya itu.

Namun, karena rombongan bonek terakhir terpisah, akhirnya mereka tertinggal pengawalan dan menjadi korban pengeroyokan.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: BolaSport.com
  Loading comments...

Berita Terkait :#Liga 1

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas