Superball
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Buntut Laga Arema vs Persebaya, Dirijen Aremania Yuli Sumpil Dilarang Masuk Stadion Seumur Hidup

Yuli Sumpil, pentolan Aremania atau suporter fanatik Arema, mendapat sanksi maha berat dari PSSI, usai laga Arema vs Persebaya

Buntut Laga Arema vs Persebaya, Dirijen Aremania Yuli Sumpil Dilarang Masuk Stadion Seumur Hidup
screen capture YouTube/Kompas TV
Yuli Sumpil saat menjadi bintang tamu dalam acara The Interview with Tukul di Kompas TV. Yuli Sumpil dilarang masuk stadion seumur hidup karena ulahnya di laga Arema vs Persebaya. 

TRIBUNNEWS.COM - Yuli Sumpil, tokoh penting Aremania atau suporter fanatik Arema, mendapat sanksi maha berat dari PSSI, buntut dari sejumlah pelanggaran disiplin di laga Arema vs Persebaya, 6 Oktober 2018 lalu.

Dalam keterangan di laman resminya, PSSI menyebut Yuli Sumpil dilarang masuk stadion di wilayah Republik Indonesia seumur hidup.

Tak hanya Yuli Sumpil, Komisi Disiplin PSSI juga menghukum seorang Aremania bernama Fandy.

Baik Yuli Sumpil dan Fandy dinilai telah memprovokasi penonton lain dengan cara turun ke lapangan.

"PSSI memastikan setiap pelanggaran disiplin kompetisi mendapatkan sanksi. Tidak ada toleransi," kata Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, dikutip dari Kompas.com.

Yuli Sumpil dikenal sebagai tokoh pentolan Aremania.

Dia sering tampil sebagai dirijen atau pemimpin chant Aremania, atau suporter fanatik Arema.

Dalam laga Arema vs Persebaya 6 Oktober 2018, pengawas pertandingan dan tim pemantau PSSI menemukan beberapa pelanggaran disiplin pada laga Arema vs Persebaya.

Beberapa pelanggaran yang dimaksud adalah pengeroyokan yang dilakukan suporter Arema FC terhadap suporter Persebaya Surabaya.

Selain itu, ada pula intimidasi yang dilakukan oleh suporter Arema FC dengan cara mendekati pemain Persebaya Surabaya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Aji Bramastra
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas