Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Bedanya Chatting di WhatsApp Group dengan Facebook Group

Facebook memberikan keleluasan lebih bagi pengguna dalam berinteraksi melalui fitur “Groups”.

Bedanya Chatting di WhatsApp Group dengan Facebook Group
ANDROID AUTHORITY
Para pialang saham kini mulai memanfaatkan fasilitas percakapan Facebook Messenger untuk transaksi saham dan transaksi exchange traded fund (ETF) atau reksadana yang diperdagangkan di bursa efek. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Facebook memberikan keleluasan lebih bagi pengguna dalam berinteraksi melalui fitur “Groups”.

Raksasa media sosial tersebut kini memungkinkan anggota Groups membuat sub-chat untuk membahas topik-topik spesifik.

Dalam satu sub-chat, anggota yang berpartisipasi bisa mencapai 250 orang. Bukan cuma itu, Groups juga bakal mendukung panggilan audio dan video yang mengakomodasi maksimal 50 anggota.

Salah satu masalah dari fitur semacam ini adalah ketidaknyamanan pengguna. Notifikasi akan membanjiri ponsel setiap kali ada yang melontarkan sesuatu di sub-chat Groups.

Hal ini sudah diantisipasi Facebook. Jejaring sosial bernuansa biru itu membebaskan pengguna dalam menyetel notifikasi Groups.

Pengguna bisa mendiamkan (mute) segala macam informasi dari Groups. Pengguna juga bisa memilih hanya diberi notifikasi ketika namanya disebut (mentioned).

Perlu dicatat, chatting di Facebook Groups berbeda dengan Messenger. Di Facebook Groups, seorang admin bisa memasukkan siapa saja ke sub-chat meski antara pengguna satu dan lainnya tak saling berteman.

Yang terpenting, semuanya merupakan anggota. Misalnya ada Groups bernama "Surf", lalu di dalamnya akan ada beberapa sub-chat seperti "Sunday Surf Ups", "SF Meet and Surf", dan sebagainya.

Baca: Kasus Gratifikasi Bupati Malang, KPK Periksa 9 Saksi

Belum tentu anggota A masuk di semua sub-chat tersebut, melainkan hanya yang relevan dengan dirinya. Anggota Amemiliki hak penuh untuk masuk atau menolak masuk, sebagaimana dihimpun, Jumat (12/11/2018), dari Engadget.

Sementara itu, chatting di Messenger harus dilakukan antar lingkaran pertemanan (mutual friends). Sifatnya pun tak berbasis hobi layaknya di Facebook Groups.

Pada awal tahun ini, obrolan kelompok di Messenger pun telah dimungkinkan hingga 250 orang. Saat ini ada 1,4 miliar orang aktif di Facebook Group.

Dengan menyediakan sub-chat dalam Groups, Facebook berharap interaksi antar pengguna bisa lebih bermakna. Selamat mencoba!

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Facebook Groups Bisa Chatting hingga 250 Orang " 

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas