Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Punya Aplikasi Super Jadi Alasan GO-JEK Lebih Dominan dari Grab di Indonesia

Memaksimalkan aplikasi super (super app) membuat GO-JEK lebih unggul ketimbang rivalnya, Grab.

Punya Aplikasi Super Jadi Alasan GO-JEK Lebih Dominan dari Grab di Indonesia
TRIBUN JABAR /GANI KURNIAWAN
Pengunjung yang akan berbuka puasa membeli kopi di gelaran GO_FOOD Festival menggunakan layanan aplikasi GO-PAY di Braga City Walk, Jalan Braga, Kota Bandung, Rabu (23/5/2018). Pengguna aplikasi GO-PAY akan mendapatkan cashback maksimal Rp 20.000 dengan bertransaksi di semua rekan usaha GO-PAY selama bulan Ramadan 1439 H. Selain itu, GO-JEK menyediakan layanan on-demand berbasis aplikasi terbesar di Indonesia, dengan mengajak pengguna memaksimalkan bulan suci Ramadan melalui Program #CariPahala. Program ini memberi kemudahan kepada pengguna GO-JEK mulai dari berbagi dan berbuat kebaikan kepada sesama hingga kemudahan menemukan tempat ibadah terdekat.(TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Memaksimalkan aplikasi super (super app) membuat GO-JEK lebih unggul ketimbang rivalnya, Grab.

GO-JEK kini menjelma sebagai perusahaan sektor swasta terbesar di Indonesia dan memberi solusi atas kemacetan di Jakarta.

Hal itu disampaikan Shuli Ren dalam artikelnya di kolom Bloomberg berjudul “Why Grab Doesn’t Have a Handle on Indonesia”, Selasa (6/11/2018).

”Selain memesan tumpangan, Anda dapat membayar tagihan, memesan makanan, mengirim paket kilat, dan menemukan pembersih rumah tanpa meninggalkan aplikasi Go-Jek. Anda bahkan dapat menyewa penata rambut, menggunakan Go-Glam,” tulisnya.

Dia membandingkan dengan Grab di mana aplikator asal Malaysia itu hanya menyodorkan layanan makanan dan pengiriman paket ekspres di luar opsi jasa tumpangan.

Sebenarnya Grab sadar untuk mengembangkan diri menjadi aplikasi super, sayangnya itu sulit direalisasikan di Indonesia.

Baca: Beredar Video Viral Pesawat Angkut 3 Ton Durian dan Bau Menyengat, Begini Tanggapan Sriwijaya Air

Perusahaan asing itu sampai saat ini tak memiliki lisensi e-wallet yang diterbitkan Bank Indonesia.

Lain halnya dengan GO-JEK di mana e-wallet besutannya, GO-PAY, sudah mendapat restu dari bank sentral.

GO-PAY inilah yang menjadi andil GO-JEK melayani siapapun yang tak memiliki rekening bank atau kartu kredit.

Pengguna GO-JEK kini dengan mudah top up GO-PAY di mana pun atau malah ingin mentransfer uang tunai kepada pengguna lain tanpa banyak kerepotan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fajar Anjungroso
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas