Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pemerintah AS Persilakan Google Terapkan Sensor Gerak Tangan Berbasis Radar

Google mengatakan sensor tersebut memungkinkan pengguna menekan tombol tak terlihat antara ibu jari dan jari telunjuk

Pemerintah AS Persilakan Google Terapkan Sensor Gerak Tangan Berbasis Radar
COUB
Project Soli dari Google. 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Unit Google Alphabet Inc. mengantongi persetujuan dari regulator A.S. untuk menyebarkan perangkat penginderaan gerak berbasis radar yang dikenal sebagai Project Soli.

Komisi Komunikasi Federal (FCC) mengatakan Senin malam bahwa mereka akan memberikan Google keleluasaan mengoperasikan sensor Soli pada tingkat daya yang lebih tinggi daripada yang diizinkan saat ini. FCC mengatakan sensor tersebut juga dapat dioperasikan di atas pesawat.

FCC mengatakan keputusan itu "akan melayani kepentingan publik dengan menyediakan fitur kontrol perangkat inovatif menggunakan teknologi gesture tangan tanpa sentuhan."

Seorang juru bicara Google tidak segera berkomentar pada hari Selasa (1/1/2019).

FCC mengatakan, sensor Soli menangkap gerakan dalam ruang tiga dimensi menggunakan sinar radar untuk memungkinkan kontrol tanpa sentuh dari fungsi atau fitur yang dapat menguntungkan pengguna dengan gangguan mobilitas atau gangguan bicara.

Google mengatakan sensor tersebut memungkinkan pengguna menekan tombol tak terlihat antara ibu jari dan jari telunjuk atau pemutar virtual yang berputar dengan menggosok ibu jari ke jari telunjuk.

Baca: Presiden Diumumkan Akan Melantik Kepala BNPB yang Baru Pagi Ini, Mendadak Dibatalkan, Ada Apa?

Google mengklaim, meskipun kontrol ini virtual, interaksinya terasa fisik dan responsif karena umpan balik dihasilkan oleh sensasi haptik dari sentuhan jari.

Google mengatakan, alat virtual ini dapat mendekati ketepatan gerakan tangan manusia alami dan sensor dapat tertanam di perangkat yang dapat dikenakan, ponsel, komputer, dan kendaraan.

Baca: Letjen Doni Monardo Sempat Disebut-sebut Akan Dilantik, Siapakah Dia?

Pada bulan Maret, Google meminta FCC mengizinkan radar pengindera gerak interaktif jarak pendeknya beroperasi pada pita frekuensi 57 GHz - 64 GHz pada tingkat daya yang konsisten dengan standar Institut Standar Telekomunikasi Eropa.

Facebook Inc mengemukakan kekhawatiran, sensor Soli yang beroperasi di pita spektrum pada tingkat daya yang lebih tinggi mungkin bermasalah ketika berdampingan dengan teknologi lain.

Setelah diskusi, Google dan Facebook bersama-sama mengatakan kepada FCC pada bulan September bahwa mereka sepakat sensor dapat beroperasi pada level daya yang lebih tinggi dari yang diizinkan tanpa gangguan, tetapi pada level yang lebih rendah dari yang sebelumnya diusulkan oleh Google.

Perangkat Soli dapat dioperasikan di atas pesawat tetapi harus tetap mematuhi aturan Administrasi Penerbangan Federal yang mengatur perangkat elektronik portabel.

Hasbi Maulana/Sumber : Reuters 

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas