Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pengguna Spotify Masih Didominasi Pelanggan Tipe 'Gratisan'

Dari data yang tercacat, sebagain besar pengguna masih didominasi oleh para pelanggan non-premium alias yang bergantung pada subsidi iklan.

Pengguna Spotify Masih Didominasi Pelanggan Tipe 'Gratisan'
TRIBUN/HO
Managing Director Spotify untuk Asia, Sunita Kaur menghadiri talkshow bersama media dan pencinta Spotify dalam rangka memperingati 1 Tahun Spotify Indonesia di Cloud Lounge , Jakarta. Rabu (10/5/17). Spotify juga memberikan dukungan kepada industri musik tanah air dengan menampilkan musik lokal terbaik dari berbagai genre dan daerah, bersanding bersamaan dengan musik dari berbagai penjuru dunia. TRIBUNNEWS/HO 

TRIBUNNEWS.COM - Aplikasi musik alir atau music streaming Spotify, mengumumkan capaian terbarunya. Spotify mengklaim memiliki 200 juta pengguna aktif bulanan dan total 40 juta daftar putar di platformnya.

Dari data yang tercacat, sebagain besar pengguna masih didominasi oleh para pelanggan non-premium alias yang bergantung pada subsidi iklan.

Jumlah pelanggan gratisan ini mencapai 113 juta pengguna, sementara pelanggan premium sebesar 87 juta. Spotify menyebut bahwa penggunanya tersebar di 78 negara dan sesumbar menjadi platform streaming audio terbesar di dunia saat ini.

Tahun lalu, di periode yang sama, jumlah pengguna premium dan gratisan Spotify masih terbilang sama yakni masing-masing sekitar 70 juta pengguna.

Dilansir dari Phone Arena, Senin (14/1/2019), pertumbuhan pengguna Spotify diperkirakan turut disumbang dari peningkatan adopsi speaker pintar yang bisa memutar lagu dari Spotify melalui asisten virtual.

Baca: Suka Dengarkan Spotify? Siap-siap Data Kamu Diam-diam Dikirim ke Facebook

Dalam ajang CES yang terselenggara pekan lalu, Dustee Jenkins, Gobal Head Communication Spotify mengungkapkan akan fokus pada kapabilitas podcast di platformnya.

Layanan podcast memang akhir-akhir ini cukup digemari beberapa tahun terakhir. Akhir tahun lalu, perusahaan asal Swedia ini merombak aplikasinya untuk memudahkan promosi streaming podcast.

"Ada peluang signifikan untuk podcast dan memastikan bahwa kami memiliki jenis konten yang unik di platform kami," jelas Jenkins.

Baca: Ramai Luhut Diminta Cium Kaki Fahri Hamzah, Sudjiwo Tedjo Ungkit Janji Amien Rais Saat Pilpres 2014

Sebagai bukti fokusnya kepada podcast, Spotify menggandeng mantan jurnalis olahraga ESPN, Jemele Hill dan komika Amy Schumer, yang kabarnya dibayar 1 juta dollar AS (Rp 14 miliar) untuk mengisi podcast di Spotify.

Kembali ke belakang, Spotify resmi diluncurkan pada 7 Oktober 2008. Sejak saat itu, meski pengguna tercatat terus meningkat, hingga akhir kuartal-IV 2018, Spotify belum mencatat keuntungan.

Baca: Kubu Prabowo Subianto Ancam Mundur dari Pilpres 2019, Djoko Santoso: Masak Orang Gila Suruh Nyoblos

Mereka baru akan mengumumkan pendapatannya untuk tiga bulan, dari Oktober-Desember 2018 pada 6 Februari mendatang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "200 Juta Orang Akses Spotify Tiap Bulan"

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas