Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pesona Curup Gangsa Way Kanan Tak Kalah Dari Air Terjun Niagara

Way Kanan, Lampung, memiliki wisata yang belum tergarap dengan maksimal. Mulai dari wisata alam hingga wisata budaya seperti kampung-kampung tua. Sala

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Way Kanan, Lampung, memiliki wisata yang belum tergarap dengan maksimal. Mulai dari wisata alam hingga wisata budaya seperti kampung-kampung tua. Salah satu wisata alam yang patut dikunjungi adalah Curup Gangsa.

Perjalanan ke Curup Gangsa lumayan panjang, menuju pedalaman Lampung. Jalanan terjal rimbunnya pepohonan tersembul di berbagai sisi tersaji indah. Kebun kopi, lada dan aneka tanaman perkebunan banyak ditemukan.

Baca: Tertidur Saat Masak Air Lalu Ketiduran, Rumah Kontrakan 7 Pintu di Cimanggis Ludes Dilalap Api

Sesekali perkampungan khas pedesaan yang kondisinya masih sepi tampak bergerombol di beberapa titik. Jejeran rumah panggung suku Semendo juga sempat saya lihat di beberapa kampung.

Semua berpadu, menjadi bagian yang tak terpisahkan menuju kawasan wisata Curup Gangsa.

Curup Gangsa memiliki pemandangan luar biasa, air terjun yang berpadu dengan hijaunya hutan di lereng pegunungan.

Untuk menikmati debur sungai dan derasnya Curup Gangsa Sahabat Sporto harus menuruni anak tangga yang berjumlah sekitar 67 anak tangga.

Ketinggian air terjun mencapai 50 meter dengan lebar pematang air 20 meter. Bagian sisi lain ada air terjun kecil yang terpisah tetapi masih dalam satu kawasan. Pemandangan yang benar-benar menakjubkan jika kita lihat air terjun ini dari aliran sungai.

Baca: Ramai-ramai Datangi Rumahnya untuk Ambil Beras, Hotman Paris: Mereka Stress Harganya Mahal

Air terjun Curup Gangsa memang berbeda, sisinya lebih lebar juga lebih tinggi dibandingkan air terjun lainnya.

Banyak sekali batu-batu besar yang bertebaran di sepanjang sungai. Pemdangan air terjun secara keseluruhan tampak jelas dari sungai ini.

Letaknya yang berada di daerah perbukitan sangat cocok untuk wisata petualangan, memancing, berenang ataupun aktivitas air lainnya.

Konon, nama Gangsa berasal dari legenda masyarakat setempat yang artinya suara gemerincing. Seruling Gangsa sendiri merupakan seruling bambu yang biasa digunakan oleh masyarakat pada masa lalu. Suara inilah nama Curup Gangsa kemudian disematkan. (*)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Samuel Febrianto
Sumber: Tribun Lampung
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas