Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Survei KOPPI : Konsumen Enggan Menunggu 15 Menit untuk Segelas Kopi

Meski kini banyak merek kopi yang menawarkan harga yang murah namun tidak serta merta mendorong seseorang untuk melakukan pembelian

Survei KOPPI : Konsumen Enggan Menunggu 15 Menit untuk Segelas Kopi
Tribunnews/Eko Sutriyanto
Kedai KOPPI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hasil survei internal yang dilakukan Kopi Petani Indonesia (KOPPI)  menemukan,   konsumen enggan mengantri lebih dari 15 menit hanya untuk membeli segelas kopi.

Konsumen juga enggan menunggu layanan pengantaran lebih dari 45 menit sehingga menyebabkan kualitas kopi menjadi tidak segar dan sudah encer.

Mahalnya harga segelas kopi yang dinikmati di kedai atau diantar (grab and go) juga menjadi faktor penentu.

"Survei menyebutkan, kemampuan seseorang untuk membeli kopi setiap hari hanya sekitar Rp 15.000 Rp 30.000 per gelas," kata Tony Arifin, Founder sekaligus Chief Executive Officer KOPPI, Sabtu (2/2/2019).

Meski kini banyak merek kopi yang menawarkan harga yang murah namun tidak serta merta mendorong seseorang untuk melakukan pembelian.

Rasa yang berlebihan seperti terlalu manis adalah hal yang paling sering dikeluhkan konsumen.

Berangkat dari isu tersebut, KOPPI menjawab tantangan melalui layanan pre-order pengantaran ekspres, menggunakan bahan berkualitas, serta harga yang terjangkau sehingga setiap orang bisa ngopi setiap hari.

Baca: Ingin Goyang Lidah Saat Jalan-jalan di Sanur? Icip-icip Lawar Gurita di Kedai Kopi, Dijamin Puas

KOPPI mempercayakan World Barista Champion 2014, Hidenori lzaki, untuk mengembangkan menu KOPPI. Hidenori akan menempati posisi sebagai Beverage Manager yang bertanggungjawab atas kualitas minuman.

“KOPPI bukan hanya menawarkan perbedaan dari segi layanan, tetapi juga kualitas rasa yang tidak bisa ditemukan dikopi lainnya,” ungkap Hidenori yangjuga menjabat sebagai konsultan di Luckin Coffee Tiongkok dan McDonald Jepang.

Ketua APZKJB, Anwar Gayo, mengungkapkan, kerjasama antara KOPPI dengan APZKJB dapat berdampak terhadap kesejahteraan petani kopi di Jawa Barat. la berharap kerjasama dengan petani lokal juga diikuti oleh pemain kopi lainnya. "Biji kopi kami memiliki kualitas yang sangat baik, bahkan sebagian diekspor untuk perusahaan kopi internasional. Kami sangat senang pihak KOPPI mempercayakan bahan baku kopinya dari petani Jawa Barat sekaligus mempromosikan kopi Jabar ke masyarakat” imbuhnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas