Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Bersatu dalam Kemajemukan Bersama Presiden Joko Widodo

Sembilan belas tahun yang lalu, 21 Mei, Indonesia memilih untuk keluar dari sistem otoriterian Orde Baru

Bersatu dalam Kemajemukan  Bersama Presiden Joko Widodo
ISTIMEWA
Ketua Umum DPP Proko Budi Arie Setiadi. 

Oleh Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Sembilan belas tahun yang lalu, 21 Mei, Indonesia memilih untuk keluar dari sistem otoriterian Orde Baru yang membelenggu selama lebih dari tiga dekade.

Pilihan untuk memulai langkah baru bagi perjalanan bangsa Indonesia ke depan dilakukan dengan kesadaran penuh, yakni kehidupan bersama yang lebih baik dalam alam yang demokratis.

Penghormatan atas kebebasan dan hak asasi manusia, penghargaan atas kemajemukan, dan tentu saja kehidupan sosial-ekonomi yang lebih baik.

Banyak perubahan positif yang terjadi semenjak Indonesia mengikrarkan perubahan atas nama reformasi, terutama di dalam kehidupan politik bernegara.

Pemisahan kekuasaan lembaga-lembaga negara berdasarkan prinsip checks and balances dapat dilangsungkan. Kekuasaan eksekutif bukan lagi sentrum dari seluruh cabang kekuasaan yang mengangkangi cabang kekuasaan lainnya yakni legislatif dan yudikatif, sebagaimana di era Orde Baru.

Kebebasan berorganisasi menjamin berdirinya partai-partai politik dan organisasi masyarakat. Kebebasan berpendapat dijunjung tinggi.

Desentralisasi memberi ruang yang luas bagi pemerintahan-pemerintahan daerah untuk pengelolaan dan pengembangan wilayahnya masing-masing, tanpa harus didikte pemerintah pusat.

Namun, tidak sedikit persoalan yang ikut menyertai berbagai perubahan positif setelah reformasi. Mengentalnya komunalisme yang diiringi kekerasan dan konflik horisontal skala luas merebak di berbagai wilayah di Indonesia.

Maluku, Poso, Sampit, dan berbagai wilayah lain dalam skala yang lebih kecil. Konflik bersenjata yang terjadi di Aceh – bisa diselesaikan semenjak 2006 – serta Papua, juga mewarnai perjalanan Indonesia pasca reformasi.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas