Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Prabowo Subianto Harusnya yang Sampaikan Permintaan Maaf kepada Megawati Soekarnoputri

Ini terkait pernyataan Arief Poyuono, Waketum DPP Partai Gerindra yang menyebut "Wajar PDIP disamakan dengan PKI karena Menipu Rakyat

Prabowo Subianto Harusnya yang Sampaikan Permintaan Maaf kepada  Megawati Soekarnoputri
Wahyu Aji/Tribunnews.com
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono 

PERMINTAAN Maaf yang disampaikan oleh Sdr. Arief Poyuono, selaku Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra kepada Ketua Umum DPP. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan para kadernya terkait pernyataannya di media online yang berisi : "Wajar PDIP disamakan dengan PKI karena Menipu Rakyat", yang dibuat dan ditandatangani di atas secarik kertas bermeterai Rp. 6000,- bukan dalam kapasitas sebagai pribadi akan tetapi pernyataan yang bermuatan fitnah secara terbuka yang ditujukan kepada PDIP adalah dalam kapasitas sebagai Wakil Ketua Umum Partai.

Sehingga dengan demikian yang harus bertanggung jawab secara moral, etika dan hukum termasuk tetapi tidak terbatas kepada permintaan maaf di atas secarik kertas adalah atas nama Institusi DPP. PARTAI GERINDRA yang dalam hal ini harus dilakukan oleh PRABOWO SUBIANTO selaku Ketua Umum dan/atau Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, karena yang berhak bertindak untuk dan atas nama Partai secara ke dalam dan ke luar adalah Ketua Umum DPP. Partai, bukan Wakil Ketua Umum Arief Poyuono.

Permintaan maaf yang dibuat dalam secarik kertas, bermeterai Rp. 6000 oleh Sdr. Arief Poyuono, mengatasnamakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, secara adat ketimuran dan secara organisatoris, permintaan maaf yang demikian hanya melahirkan "fitnah baru" karena hanya dilakukan oleh Sdr. Arief Poyuono, selaku Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, tanpa didahului dengan pertemuan musyawarah antara DPP. PARTAI GERINDRA dan DPP PDIP yang diinisasi oleh Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sdr. Prabowo Subianto, bukan dengan cara membiarkan Sdr. Arief Poyuono seorang diri, seolah-olah tindakan yang bersifat memfitnah itu sebagai tindakan pribadi.

Ini jelas tidak jujur dan tidak fair, karena tindakan yang diduga sebagai menfitnah PARTAI PDIP dan seluruh kadernya itu dilakukan dalam kapasitas sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra bukan sebagai pribadi apalagi kalau terdapat unsur-unsur "black campagne" yang dimaksudkan untuk menguntungkan Partai Gerindra dan mendiskreditkan PDIP.

Oleh karena itu langkah tepat yang harus dilakukan oleh DPP PARTAI GERINDRA adalah mengutus perwakilan DPP. PARTAI GERINDRA menemui DPP  PDIP membicarakan hal ihwal yang terjadi dan dilakukan oleh Sdr. Arief Poyuono, Wakil Ketua Umum, rumuskan konsep penyelesaiannya atau langsung meminta maaf dihadiri oleh PRABOWO SUBIANTO dan IBU MEGAWATI SOEKARNOPUTRI sebagai Ketua Umum DPP PDIP yang mewakili PDIP sebagai korban fitnah yang keji.

Secara kultur Jawa, maka tensi perkaranya sudah naik tinggi sehingga mengharuskan PRABOWO SUBIANTO untuk turun tangan langsung sebagai Ketua Umum/Ketua Dewan Pembina DPP. PARTAI GERINDRA menyampaikan permintaan maaf, jangan mengecilkan budaya ketimuran hanya dengan secarik kertas di pinggir jalan, tanda tangan di atas meterai Rp. 6000, lantas dianggap selesai. Ini jelas bentuk penghinaan baru secara berlanjut.

(PETRUS SELESTINUS, KOORDINATOR TPDI & ADVOKAT PERADI)

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas