Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Politik Bersahabat Ala SBY

No greater friend, no worse enemy (Tidak ada kawan yang lebih hebat, tidak ada musuh yang buruk).

Politik Bersahabat Ala SBY
ist

Oleh: Tommy Rusihan Arief

No greater friend, no worse enemy (Tidak ada kawan yang lebih hebat, tidak ada musuh yang buruk). Kalimat yang kerab dijadikan filosofi bagi petarung kehidupan (survival) ini mungkin juga patut direnungkan oleh para pelaku di dunia politik Indonesia.

Bahwa tidak ada kawan abadi dalam politik. Juga tidak ada lawan atau musuh yang buruk. Di dunia politik dalam sekejap kawan bisa menjadi musuh karena beda kepentingan.

Tapi musuh juga dapat menjadi penyelamat karena tiba-tiba disimpang jalan bisa bersalam sapa, karena kepentingan menjadi sama.

Dalam perspektif ini, persaingan atau pertarungan didunia politik tidak melulu mesti membuahkan permusuhan perkepanjangan. Politik harus pulahlah dimaknai sebagai seni mengelola konflik. Karena itu wajar jika banyak kalangan memberikan jempol terhadap langkah politik bersahabat ala SBY.

Sebagai Presiden ke-6 RI, SBY mau membuka pintu komunikasi dengan Presiden Jokowi.

Hadir diacara HUT RI ke-72 di Istana Negara, bahkan salaman dengan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, memunculkan empati ditengah masyarakat.

Momentum ini tentu menjadi simbolisasi kesejukan yang selayaknya dibangun oleh semua pelaku politik Indonesia pada semua level.

Dengan segala kekurangannya sebagai manusia yang tidak sempurna, Presiden Jokowi bukan tidak boleh dikritik.

Namun sebagai Presiden yang terpilih secara konstitusional, Jokowi juga patut mendapat apresiasi yang obyektif dari semua komponen bangsa.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas