Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Korupsi KTP Elektronik

Drama Petualangan Terdakwa Setya Novanto Berakhir Tanpa JPU KPK Ajukan Replik secara Tertulis

Upaya untuk mencuci uang yang diduga bersumber dari hasil kejahatan korupsi e-KTP ternyata terus dilakukan oleh Setya Novanto.

Drama Petualangan Terdakwa Setya Novanto Berakhir Tanpa JPU KPK Ajukan Replik secara Tertulis
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa Kasus Korupsi Pengadaan KTP elektronik Setya Novanto mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (13/4/2018). Sidang tersebut mengagendakan pembacaan nota pembelaan (pledoi) dari terdakwa dan penasehat hukum. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Penulis: Petrus Selestinus
Koordinator TPDI dan Advokat Peradi

PENOLAKAN Penyidik dan Jaksa Penuntut Umum KPK terhadap status Justice Collaborator atau JC yang diminta oleh Setya Novanto (guna mengungkap keterlibatan pihak lain sebagai pelaku turut serta dalam tindak pidana korupsi proyek nasional e-KTP), mengandung arti bahwa Terdakwa Setya Novanto tidak memiliki bukti apapun tentang keterlibatan pihak lain.

Atau hal ihwal keterlibatan pihak lain di luar Setya Novanto dalam dugaan korupsi proyek e-KTP sudah dimiliki oleh KPK, berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh KPK terhadap Tersangka atau Terdakwa lainnya yang saat ini berada dalam tahanan KPK baik sebagai Terdakwa maupun Tersangka.

Dengan demikian sejumlah nama yang diangkat oleh Setya Novanto ketika memberi keterangan sebagai Terdakwa dalam persidangan atas dirinya sendiri, baik dengan menyebut nama Pramono Anung, Puan Maharani dan mengulang nama Melki Mekeng, Olly Dondokambey, Mirwan Amir dan Tamsil Linrung dari pihak Banggar adalah sebagai menebar fitnah demi menyamarkan proses penyidikan kasus pencucian uang yang saat ini masih dalam proses penyidikan KPK terhadap diri Setya Novanto.

Baca: Survei KedaiKOPI: TGB Zainul Majdi Paling Religius Dibandingkan Jokowi

Upaya untuk mencuci uang yang diduga bersumber dari hasil kejahatan korupsi e-KTP ternyata terus dilakukan oleh Setya Novanto sekalipun sudah menjadi Terdakwa dan berada dalam tahanan KPK.

Setya Novanto berusaha mencuci muka dan tangannya dengan cara menyebut sejumlah nama sebagai penerima dana e-KTP dengan angka yang fantastic tanpa bukti.

Dengan tujuan agar kekayaan Setya Novanto yang saat ini dimiliki dalam jumlah yang spektakuler dan tidak semuanya dilaporkan dalam LHKPN ke KPK tidak disentuh oleh KPK.

Caranya ialah bahwa uang yang diperoleh dalam proyek korupsi e-KTP tidak dibelanjakan dalam bentuk aset, tetapi dibagikan kepada sejumlah pihak dengan menyebut nama dan jumlah uang tanpa bukti.

Ini semua diduga dimaksudkan oleh Setya Novanto untuk menyamarkan harta-harta yang dibelanjakan dari uang hasil korupsi e-KTP dan mencoba memfitnah Pramono Anung, Puan Maharani dan pihak-pihak lainnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...

Berita Terkait :#Korupsi KTP Elektronik

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas