Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Duet Prabowo Subianto – AHY, Fiksi atau Fiktif?

Dalam politik tak ada yang tak ada, segala kemungkinan bisa terjadi, termasuk semua itu bisa terjadi bertepatan saat injuri time.

Duet Prabowo Subianto – AHY, Fiksi atau Fiktif?
ist

Oleh: Alex Palit

Di sini saya sengaja tidak ingin mengulasnya berpanjang-panjang atas judul artikel ini, “Duet Prabowo Subianto – AHY, Fiksi atau Fiktif?”.

Silahkan pembaca sendiri menterjemahkan apakah judul artikel ini fiksi atau fiktif, atau malah berujung realitas?

Dalam politik tak ada yang tak ada, segala kemungkinan bisa terjadi, termasuk semua itu bisa terjadi bertepatan saat injuri time.

Apalagi sampai hari ini belum ada deal politik hitam di atas putih, baik Gerindra maupun Demokrat secara resmi berkoalisi dengan siapa, termasuk penetapan nama capres dan cawapresnya yang diusung di Pilpres 2019. Semua masih cair, segala kemungkinan bisa terjadi.  

Meski antara Gerindra dan Demokrat secara terang benderang belum menunjukkan tanda-tanda berkoalisi, tapi bukan tidak mungkin pula saat ini secara diam-dian kedua partai telah menjalin komunikasi politik penjajakan koalisi yang kebetulan tidak sampai terendus media.

Bukan tidak mungkin pula kedua partai politik saat ini sedang melakukan kalkulasi politik guna mendapatkan format yang ideal jika memang akhirnya bersepakat koalisi.

Termasuk bukan tidak mungkin kalau pada akhirnya kedua partai ini menemukan titik temu koalisi, bukan tidak tertutup kemungkinan disertai deal politik Demokrat menyodorkan nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres dipasangkan sebagai pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Kenapa tidak? Selain kedua partai ini memiliki platform idealisme ideologis yang relatif sama, secara chemestry pasangan Prabowo – AHY juga merepresentasikan simbolisasi senior – yunior bukan saja diperbedaan usia, keduanya sama-sama alumni lulusan Akmil.

Bisa pula chemestry ini sebagai simbolisasi pasangan bapak – anak, mengingat antara SBY yang tak lain adalah bapak dari AHY pernah satu angkatan dengan Prabowo Subianto saat di Akmil.

Begitupun, dari hasil ragam survei, sosok AHY memiliki elektabilatas tertinggi ketimbang dibanding nama kandidat cawapres partai lainnya yang muncul.

Ketika politik sebuah keniscayaan, tak ada yang tak ada, segala kemungkinan bisa terjadi, termasuk apakah duet pasangan Prabowo Subianto – AHY itu fiksi atau fiktif, atau malah berujung realitas? Itu saja, semoga!

*Alex Palit, aliansi jurnalis independen #SelamatkanIndonesia

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Toni Bramantoro
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas