Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Ribut-Ribut Soal GBK Ganti Nama

Banyak pihak meributkan tentang rencana pengelola Gelora Bung Karno ingin mengganti nama salah satu venue nya.

Ribut-Ribut Soal  GBK Ganti Nama
GARRY ANDREW LOTULUNG/KOMPAS.COM
Istora Senayan Jakarta 

Oleh: M. Nigara

SEPERTI disambar petir di siang bolong. Itu kesan pertama saya ketika mendengar banyak pihak meributkan tentang rencana pengelola Gelora Bung Karno ingin mengganti nama salah satu venue nya.

Tapi, keterkejutan saya tidak berlangsung lama. Keterkejutan saya berubah jadi senyum. Mengapa?

Saya merasa lucu membaca komentar-komentar yang berlebihan dari mereks yang sesungguhnya kurang paham.

Bayangkan mereka yang merasa terganggu itu tidak paham perbedaan GBK, Stadion, dan Istora. Semangatnya sih oke juga ingin menjaga kelestarian barang bersejarah, tapi faktanya kurang tepat.

Yang disebut GBK (Gelora Bung Karno) atau tepatnya ada embel-embel PPK (Pusat Pengelolaan Komplek) adalah lahan seluas 279,1 hektar yang menempati bekas empat kampung: Bendongan Oedik, Bendoengan, Senajan, Grogol Selatan. Di atasnya berdiri sepuluh venue besar:

1. Stadion Utama 2. Istora 3. Tenis court 4. Tenis indoor 5. Stadion Madya 6. Hall Basket 7. Lapangan panahan 8. Kolam renang 9. Lapangan Golf 10.Perkampungan atlet

Lalu yang di sebut stadion atau tepatnya Stadion Utana GBK dan diganti di era Pak Harto menjadi stadion utama Gelora Senayan.

Dan kembali ke nama semula di era Gus Dur, adalah venue utamanya untuk sepakbola dan atletik. Di bawah stadion banyak venue turunannya: Angkat besi, Anggar, Tinju, Squash, dan Billiard.

Istora atau Istana Olahraga adalah venue yang biasa dipergunakan untuk bulutangkis, tunju, dan lain-lain. Letaknya di sebelah Timur stadion atau di depan Parkir Timur bagian Selatan.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas