Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Polemik Ratna Sarumpaet

Apakah Ratna Sarumpaet Terzalimi? Mengkaji Ulang Istilah Kriminalisasi dan Terzalimi

Kasus Ratna Sarumpaet mengaku bohong, sebar hoax hingga operasi plastik. Mengkaji Ulang Istilah Kriminalisasi dan Terzalimi

Apakah Ratna Sarumpaet Terzalimi? Mengkaji Ulang Istilah Kriminalisasi dan Terzalimi
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ratna Sarumpaet saat digiring ke Polda Metro Jaya, Jakarta. 

Apakah Ratna Sarumpaet Terzalimi ? Mengkaji Ulang Istilah Kriminalisasi dan Terzalimi

Oleh: Xavier Quentin Pranata*

TRIBUNNEWS.COM - Kata ini sempat viral karena ditembakkan orang atau sekelompok orang yang anggotanya ditangkap polisi.

Untuk membela teman, istilah ini dipakai.

Tujuannya apalagi kalau tidak mengundang simpati dan akhirnya empati masyarakat. Bukankah orang cenderung jatuh kasihan terhadap orang yang dizalimi? Bagaimana jika yang ‘dizalimi’ ternyata menusuk kita dari belakang karena pandainya bersandiwara?

Baca: 4 Peristiwa yang Buat Ratna Sarumpaet Ditangkap Polisi, dari Menentang Soeharto ke Kabar Hoax

Masyarakat yang semakin cerdas tahu bahwa trik ini dipakai untuk mengundang simpati dan akhirnya mendulang suara di pilpres nanti. Playing victim menjadi istilah populer berikutnya.

Cara licik ini bukannya tanpa dasar. Orang-orang yang benar-benar mengalami aniaya dalam bentuk apa pun memang mengundang simpati banyak orang.

Contoh gamblangnya Nelson Mandela yang setelah dipenjara sekian lama sukses menjadi presiden di Afrika Selatan. Namun, jika cara ini dipakai oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, bukankah hal ini justru membuat orang muak?

Netizens yang semakin cerdas langsung menebas kampanye culas ini dengan memunculkan istilah ‘baru’ baperan. Orang-orang yang merasa diri terzalimi justru diberi cap baper di dahi. Yang lebih menggelikan, saat mendapat serangan yang langsung menohok pusat kelemahannya,  yang tertohok langsung ambil gitar dan membuat album baru yang judulnya ‘Sakitnya Tuh Di Sini.’

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Yudie Thirzano
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...

Berita Terkait :#Polemik Ratna Sarumpaet

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas