Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Kunjungi Belitung Timur, Menteri Susi Sebut Nelayan Berhak Pertahankan Mata Pencariannya

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Brahmantya Satyamurti Poerwadi.

Kunjungi Belitung Timur, Menteri Susi Sebut Nelayan Berhak Pertahankan Mata Pencariannya
Istimewa
Menteri Susi Pudjiastuti 

TRIBUNNERS – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Arcandra Tahar, Kamis (4/10/2018) mengunjungi lokasi tambang PT Timah Tbk. di Kawasan Selinsing Kota Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Brahmantya Satyamurti Poerwadi.

Baca: Orangtua Nilai Anak Mentas Kalau Sudah Menikah Picu Pernikahan Dini di Tuban

Seusai meninjau langsung lokasi tambang, Menteri Susi bersama rombongan menuju Pantai Burung Mandi, Desa Damar untuk melakukan audiensi dengan para nelayan di Belitung Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Susi Pudjiastuti menyatakan bahwa Pulau Belitung merupakan salah satu lokasi yang cenderung lebih aman dari bencana seperti gempa bumi atau gunung meletus karena letak geografisnya.

Selain itu, Pulau Belitung juga kaya dengan sumber daya perikanan dan sumber daya tambang. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat bersyukur dengan mengelolanya secara bijak.

Baca: Orangtua Nilai Anak Mentas Kalau Sudah Menikah Picu Pernikahan Dini di Tuban

“Saya ingin pemerintah dan masyarakat sama-sama punya kesadaran atas keberuntungan kalian (warga Bangka Belitung). Orang bilang manusia tidak mensyukuri nikmatnya, kufur nikmat bisa celaka. Kita mensyukuri dengan cara apa? Dengan menjaga dan mengelola sumber daya yang ada dengan betul dan baik, dan mengambil dengan secukupnya jangan berlebihan,” cetusnya.

Ia berpendapat, laut dan sumber daya alam di dalamnya dapat dijaga dengan berhenti menggunakan alat tangkap yang merusak lingkungan dan berhenti mencemari laut dengan bahan kimia berbahaya (bom, potassium, dan dinamit).

Ia meminta agar kepolisian setempat menindak tegas perilaku-perilaku melanggar tersebut.

Menteri Susi juga meminta kebijakan pemerintah daerah dalam pengelolaan laut dan sumberdayanya melalui regulasi atau aturan tegas yang berkekuatan hukum, seperti peraturan daerah misalnya.

Menteri Susi menambahkan, semua orang berhak untuk mempertahankan mata pencahariannya, apalagi jika sumber pencaharian itu berupa ekosistem. “Namun tidak boleh ada kekerasan, pelakunya diamankan saja,” tuturnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas