Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Cetak 5 Juta Pengusaha Millenial Baru, 2024 Indonesia

Akhirnya, revolusi mental yang mewajibkan kewirausahaan dalam kurikulum pendidikan memang tidaklah cukup untuk mewujudkan semua impian itu.

Cetak 5 Juta Pengusaha Millenial Baru, 2024 Indonesia
ISTIMEWA
Frans Meroga Panggabean, M.M, M.B.A 

Oleh Frans Meroga Panggabean, M.M, M.B.A, Juru Bicara Bidang Ekonomi Rakyat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Hari Sumpah Pemuda yang ke-90 pada tanggal 28 Oktober 2018 nanti kembali kita peringati di mana generasi muda harus selalu mengambil peranan sentral bagi bangsa dan negara pada setiap jamannya.

Generasi muda masa kini harus konkrit terlibat dalam penguatan perekonomian Indonesia dengan berlomba menjadi "New Millenial Entrepreneur".

Rasio wirausaha di Indonesia saat ini adalah 3,1% dari semula hanya 1,6% pada tahun 2011. Angka rasio wirausaha tersebut masih jauh dibanding negara Eropa dan Amerika yang berasio sampai 10%, bahkan masih kalah dibanding Malaysia & Singapura yang rasionya 5%.

Apabila Indonesia minimal ingin menyamai Malaysia dan Singapura maka untuk mengejar ketertinggalan 2% tersebut sampai tahun 2024 wajib tercetak 5 juta orang "New Millenial Entrepreneur".

Baca: Amien Rais Disebut Akan Didampingi 300 Pengacara, Ruhut Sitompul: Sangat Berbeda dengan Ahok

Dengan terjadinya hal tersebut berarti otomatis telah terbuka lapangan kerja baru untuk minimal 50 juta orang, di mana setiap pengusaha baru mempekerjakan 10 orang. Hal tersebut akan memberi dampak naiknya angka pertumbuhan ekonomi menjadi rata-rata 7% per tahun.

Sehingga Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2024 akan berjumlah Rp.19.000 Triliun atau naik 40% dari PDB 2019 yang berjumlah Rp.13.500 Triliun.

Impian mencetak 5 juta pengusaha baru millenial pun dahsyat dampaknya terhadap kemiskinan. Jumlah 50 juta lapangan kerja baru adalah hampir dua kali lipat dari total penduduk Indonesia miskin sekitar 26 juta orang. Implikasinya jelas, pencetakan 5 juta pengusaha baru millenial akan sejatinya mengentaskan kemiskinan dari bumi Indonesia.

Tidaklah berlebihan dapat kita katakan dengan bangga bahwa tahun 2024 Indonesia akan mencapai "Zero Poverty". Pertanyaannya pasti bagaimana semua impian indah itu dapat terwujud? Kita dapat mulai dengan membuat "Entrepreneurship" menjadi mata pelajaran wajib dalam kurikulum pendidikan sedini mungkin.

Kewirausahaan harus menjadi mata pelajaran wajib sejak sekolah dasar minimal sehari dalam seminggu. Jadi selama program wajib belajar 12 tahun, setiap anak Indonesia telah memiliki pengalaman wirausaha total selama 600 hari yang sebanding dengan 2 tahun.

Kondisi tersebut niscaya akan membuat makin banyak generasi millenial yang membuka usaha setelah lulus dari bangku sekolah. Perubahan pola pikir dan revolusi mental otomatis terjadi karena minat menjadi pegawai pasti berkurang.

Akhirnya, revolusi mental yang mewajibkan kewirausahaan dalam kurikulum pendidikan memang tidaklah cukup untuk mewujudkan semua impian itu.

Ketegasan regulasi bahwa usaha besar tidak mengusahakan value chain-nya dari hulu ke hilir, melainkan harus melibatkan UMKM sebagai support industries diyakini akan meningkatkan daya saing UMKM yang dipelopori pengusaha baru millenial tersebut.

Tidak luput pula penyempurnaan regulasi yang bertujuan untuk penguatan UMKM sehingga mumpuni dalam pemenuhan kebutuhan dalam negeri serta berorientasi ekspor selanjutnya masuk dalam prioritas perjuangan PSI melalui kadernya yang lolos menjadi legislator.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Rachmat Hidayat
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas