Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Lima Aspek Pembangunan Manusia Pemerintahan Jokowi-JK

Ini menjadi titik pijak sekaligus fondasi utama Indonesia menuju negara maju.

Lima Aspek Pembangunan Manusia Pemerintahan Jokowi-JK
TRIBUN/HO
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo didampingi Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita (kanan) bersalaman dengan Head of Corporate Communications PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) Inasanti Susanto (dua kiri) saat mengunjungi Paviliun Sampoerna pada Trade Expo Indonesia ke-33 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (24/10/2018). Dalam acara ini, Sampoerna menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan UKM yang digalakkan pemerintah melalui program Sampoerna Retail Community (SRC) dan Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna. TRIBUNNEWS/HO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah tahun-tahun sebelumnya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik dan ekonomi secara masif berikut upaya pemerataan, pemerintah kini menekankan pembangunan manusia Indonesia yang tangguh.

Ini menjadi titik pijak sekaligus fondasi utama Indonesia menuju negara maju.

Di tahun keempat, pemerintah menghadapi tantangan eksternal yang besar yakni kondisi instabilitas perekonomian global.

Pemerintah mengoptimalkan segala sumber daya dan peluang untuk memperkuat daya saing ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan.

Pemerintah terus memperbaiki ketimpangan, baik ketimpangan pendapatan maupun antar-wilayah, menjaga stabilitas politik dan keadilan hukum serta meningkatkan prestasi di berbagai bidang.

Penciptaan fondasi pada tahun pertama, percepatan (tahun kedua) dan pemerataan (tahun ketiga) telah membangkitkan kepercayaan diri sebagai bangsa besar yang akan terus bergerak maju dan menjadi bangsa pemenang.

Sementara tahun keempat adalah membangun manusia

Ada lima aspek pembangunan manusia pada pemerintahan Jokowi-JK yakni pembangunan ekonomi dan peningkatan daya saing, peningkatan stabilitas politik dan keamanan, penegakan hukum, dan tata kelola pemerintahan, peningkatan kesejahteraan dan kebijakan afirmatif, penguatan indonesia sentris serta pemajuan kebudayaan dan prestasi bangsa

Sebagai komitmen untuk menciptakan sumber daya manusia berkualitas, pemerintah meningkatkan alokasi anggaran yang terkait langsung dengan pembangunan manusia, terutama kesehatan dan pendidikan.

Baca: Alasan Jokowi Keluarkan Kalimat Politikus Sontoloyo

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, alokasi anggaran kesehatan tahun 2014 sebesar Rp 49,8 triliun, Rp 51,43 triliun (2015), Rp59,64 triliun (2016), Rp57,22 triliun (2017) dan Rp65,01 triliun (2018).

Alokasi anggaran pendidikan tahun 2014 sebesar Rp126,31 triliun, Rp146,13 triliun (2015), Rp131,97 triliun (2016), Rp138,51 triliun dan Rp147,56 triliun (2018).

Sedangkan alokasi anggaran perlindungan sosial tahun 2014 sebesar Rp120,34 triliun, Rp140,01 triliun (2015), Rp137,74 triliun (2016), Rp148,91 triliun (2017) dan Rp162,56 triliun (2018).

Catatan: Siaran pers ini dikutip dari rilis Kantor Staf Kepresidenan (KSP) RI yang juga dimuat dalam Newsletter KSP 24 Oktober 2018. 

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas