Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

40 Peserta Ikuti Pelatihan Juru Bicara Pancasila di Palembang

Pelatihan yang digelar di Hotel Swarna Dwipa itu dihadiri oleh 40 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan.

40 Peserta Ikuti Pelatihan Juru Bicara Pancasila di Palembang
Istimewa
fFoto ilustrasi Pelatihan Juru Bicara Pancasila. 

TRIBUNNERS - Palembang menjadi kota ke-16 terselenggaranya Pelatihan Juru Bicara Pancasila.

Pelatihan yang digelar di Hotel Swarna Dwipa itu dihadiri oleh 40 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan.

Peserta itu merepresentasi keragaman lembaga, suku, agama, dan profesi yang menjadi latar belakang mereka.

Acara yang akan berlangsung pada Jumat, 9 November hingga Senin, 12 November 2018 itu dibuka oleh Yenny Roslaini, aktivis perempuan dari Women Crisis Group Palembang.

Yenny membuka acara dengan memberikan sambutan bahwa Pelatihan Juru Bicara Pancasila ini sangatlah penting. Pelatihan ini akan membantu para peserta untuk membaca kembali nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa.

“Kita harus mempertahankan NKRI dengan terus menjadikan Pancasila sebagai ideologi bangsa yang tidak bisa ditawar lagi,” ungkap Yenny.

Baca: Saat Pembekalan Caleg, Partai Demokrat Tak Bahas Menangkan Prabowo-Sandi, Ini Alasannya

Hal senada juga disampaikan oleh supervisor KBI Kalimantan Tengah, Elza Peldi Taher.

Dalam sambutannya Elza menyampaikan hasil survei yang dikeluarkan oleh lembaga Survey Denny JA, yang menunjukkan bahwa Selama 13 tahun terakhir, dukungan terhadap Pancasila terus mengalami penurunan.

Pada tahun 2005 dukungan kepada Pancasila mencapai 85,2 persen dan pada 2018 menurun menjadi 75,3 persen atau turun sebesar 10 persen.

Hal inilah yang mendorong Komunitas ini untuk kembali menguatkan Pancasila sebagai dasar negara, agar Indonesia dengan keragamannya akan terus damai.

Hal menarik lainnya dalam pelatihan ini adalah materi-materi yang tersaji, di antaranya materi media sosial, yang sengaja persiapkan agar peserta mampu menguasai teknik dalam memaksimalkan penggunaan media sosial terlebih untuk kampanye konten positif.

Ditanyai secara terpisah, Anick HT, Koordinator Komunitas Bela Indonesia menjelaskan bila pelatihan ini sudah didesain sedemikian rupa dengan satu buku rujukan utama yang berjudul Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia, yang ditulis oleh Denny JA dan Tim.

Di samping itu, menurut penjelasan Anick HT, mereka juga menyiapkan seluruh materi, baik isu maupun skill, berupa slide power point maupun dalam bentuk serial video, untuk dimanfaatkan oleh khalayak yang hendak mengadakan pelatihan sejenis di manapun.

“Program ini diorientasikan untuk menstimulasi kesadaran publik terhadap pentingnya ideologi pemersatu, common platform Indonesia, yang bernama Pancasila. Kesadaran ideologis semacam ini bukan hanya ranah pemerintah, tapi juga tugas kita semua sebagai anak bangsa yang tak ingin Indonesia menjadi seperti Yugoslavia atau Suriah,” pungkas Anick, sambil menambahkan bahwa pelatihan ini dibuat di 25 provinsi dan melibatkan peserta dari 34 provinsi.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas