Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Eksaminasi Dinilai Tak Bisa Batalkan Putusan Hakim

Praktisi hukum Ferry Zen berpendapat, putusan MA yang lebih berat dibandingkan putusan judex facti dalam kasus Budi Pego dimungkinkan terjadi.

Eksaminasi Dinilai Tak Bisa Batalkan Putusan Hakim
Tribun Jogja
Sejumlah orang melakukan aksi diam kamisan di Tugu Pal Putih Yogyakarta pada Kamis (22/11/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Eksaminasi yang dilakukan kalangan akademisi terhadap perkara pidana yang menjerat Heri Budiawan alias Budi Pego terus mengundang tanggapan.

Praktisi hukum Ferry Zen berpendapat, putusan MA yang lebih berat dibandingkan putusan judex facti dalam kasus Budi Pego dimungkinkan terjadi.

Karena kasus pidananya, ferry menjelaskan, berhubungan dengan pelanggaran Pasal 107a UU No. 27 Tahun 1999 tentang Perubahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Ini berkaitan dengan kejahatan terhadap keamanan negara.

”Kalau ketentuan UU No. 27/1999 yang dipakai, artinya hakim memvonis terpidana bukan karena melakukan demo, melainkan melanggar pasal kejahatan terhadap keamanan negara. Wajar kalau MA memvonisnya 4 tahun, karena ancaman hukuman maksimal untuk pelanggaran pasal itu adalah 15 tahun,” kata Ferry Zen.

Seperti diketahui, lokasi tambang emas di Tumpang Pitu, Banyuwangi, berstatus resmi melalui ketetapan dan keputusan Pemerintah sebagai obyek vital nasional.

Dihubungi terpisah, Dosen Fakultas Hukum Universitas Jember, Dr. Firman Floranta Adonara menyebut eksaminasi sejumlah koleganya yang berkumpul di kampus Universitas Airlangga, Surabaya, 27 Februari lalu, sebagai hal yang lumrah saja.

”Hanya saja, eksaminasi sifatnya sebatas catatan hukum. Ia tidak mengubah atau membatalkan putusan hakim,” kata Firman, dalam keterangannya, Selasa (5/3/2019).

Seperti diwartakan, empat pakar hukum hadir sebagai eksaminator yang menguji putusan Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi dan Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur terhadap kasus Budi Pego.

Keempat akademisi tersebut memberikan catatan hukum setelah, pada 16 Oktober 2018, Mahkamah Agung (MA) memperberat vonis hukuman terhadap Budi Pego menjadi 4 tahun penjara.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas