Peringati Empat Dekade IWPI, Pameran Lukisan 2025 Hadirkan 100 Pelukis Perempuan
Rini Handayani resmi membuka Pameran Lukisan IWPI 2025 yang berlangsung di Lobby A-Point Hotel Menara Bidakara.
Penulis:
Lilis NurMukhlisoh
TRIBUNNEWS.COM - Staf Ahli Menteri Bidang Partisipasi dan Lingkungan Strategis Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Rini Handayani, secara resmi membuka Pameran Lukisan Ikatan Wanita Pelukis Indonesia (IWPI) 2025 yang berlangsung di Lobby A-Point Hotel Menara Bidakara, Jakarta, pada Minggu (19/10/2025). Pameran ini diselenggarakan dalam rangka memperingati 40 tahun kiprah IWPI dalam dunia seni rupa Indonesia.
Sebagai organisasi yang menaungi para pelukis perempuan, IWPI telah berdiri sejak 10 September 1985 dan secara konsisten aktif menggelar pameran serta kegiatan seni setiap tahunnya. Kiprahnya menjadi wadah penting bagi perempuan Indonesia untuk berkreasi, berkoneksi, dan berkontribusi dalam perkembangan seni rupa nasional.
Pameran bertema “Perempuan dan Asa” ini diikuti oleh 100 pelukis yang berasal dari IWPI Pusat (Jakarta), Jawa Barat, dan Jawa Timur. Selain menampilkan karya para anggota IWPI, pameran juga turut dimeriahkan oleh kehadiran sejumlah pelukis tamu, di antaranya Chrysnanda Dwilaksana, Guruh Ramdani, Mulyadi, Sigit Santosa, dan Inda C. Noerhadi.
Acara pembukaan berlangsung dengan meriah. Suasana semakin semarak dengan peragaan Fashion Batik Marunda karya desainer sekaligus anggota IWPI, Wendy Sibarani, serta penampilan tari Gending Sriwijaya yang dibawakan oleh kelompok penari dari salah satu anggota IWPI.
Karya-karya yang dipamerkan juga menghadirkan keragaman medium, seperti cat minyak, akrilik, cat air, dan media campuran. Sementara itu, kurator sekaligus akademisi seni Mikke Susanto turut memberikan apresiasi terhadap kiprah IWPI melalui sambutannya yang dimuat dalam katalog pameran.

Ketua IWPI, Cecilia D. Kristiari, menjelaskan bahwa tema yang dipilih merupakan wujud refleksi atas ketangguhan dan optimisme perempuan Indonesia. Pameran ini menjadi bentuk nyata dari komitmen IWPI untuk terus mendorong perempuan agar berani mengekspresikan diri melalui seni rupa.
“Tema ‘Perempuan dan Asa’ kami angkat sebagai refleksi harapan, cita-cita, dan peran perempuan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat,” ujar Kristiari, pada Jumat (3/10/2025).
Workshop dengan Para Pengajar Berbakat
Selain pameran lukisan, IWPI juga menyelenggarakan Art Workshop yang berlangsung selama beberapa hari. Rangkaian kegiatan ini mencakup Kaligrafi (20 Oktober), Glass Painting dan Acrylic Painting (22 Oktober), Watercolor Painting dan Fabric Painting (23 Oktober), serta Menggambar Sketsa (25 Oktober).
Lewat workshop ini, diharapkan masyarakat yang ingin memperdalam pengetahuan di bidang seni dapat memperoleh akses pembelajaran yang lebih luas. Bagi masyarakat yang berminat, dapat mengikuti pelatihan tersebut dengan mendaftar melalui kontak yang telah disediakan oleh panitia.

Seni untuk Harapan: Dukung Mereka yang Membutuhkan
Pameran IWPI 2025 tidak hanya menampilkan karya lukisan untuk dinikmati, tetapi juga menghadirkan penjualan karya seni dan berbagai merchandise. Selain itu, pameran ini turut mengusung gerakan kepedulian sosial, yaitu sebagian hasil penjualan akan disumbangkan ke Rumah Teduh Suryo, rumah singgah bagi anak-anak penderita kanker yang tengah menjalani pengobatan di Jakarta.
Melalui kegiatan ini, IWPI berharap dapat memperluas apresiasi masyarakat terhadap karya seni perempuan Indonesia sekaligus memperkuat peran perempuan dalam bidang seni dan kegiatan kemanusiaan.
Baca juga: IWPI Gelar Pameran Lukisan Perempuan dan Asa Rayakan 40 Tahun Kiprah Seni
Baca tanpa iklan