News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Calon Gubernur BI

Darmin : BI Jaga Nilai Tukar Tidak Dibawah Rp 9.000

Editor: Toni Bramantoro
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Darmin Nasution saat mengikuti fit and propers test calon Gubernur Bank Indonesia di Komisi XI DPR RI

Laporan wartawan Tribunnews.com, Hasanuddin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menegaskan bank sentral berupaya menjaga nilai tukar tidak berada dibawah level Rp 9.000 per dolar AS.

Penegasan itu disampaikan Darmin ketika memberikan paparan dalam proses fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) sebagai calon tunggal gubernur BI di depan anggota Komisi XI (Komisi Keuangan) DPR RI gedung DPR/MPR RI Jakarta, Rabu (21/7/2010).

"Kurs yang optimal Rp 9.100- Rp 9.150 per dolar AS. Kita tidak memaksakan nilai tukar turun (dibawah Rp 9.000 per dolar AS) atau naik lebih jauh sehingga kita harapkan optimal dari berbagai segi," kata Darmin.

Menurut Darmin BI menetapkan istrumen yang tepat dengan sikap kehati-hatian untuk menjaga stabilitas nilai tukar sebab belakangan ini capital inflow (aliran modal masuk) membanjiri pasar modal dan pasar uang.

"Meski kita harapkan (capital inflow) tidak memasuki SBI (Sertifikat Bank Indonesia) yang sifatnya spekulatif namun terutama masuk ke Surat Utang Negara (SUN)," kata Darmin.

Dijelaskan kondisi ini membuat persediaan valas (valuta asing) domestik naik sehingga menekan nilai tukar rupiah ke arah penguatan signifikan. "Kalau BI tidak aktif sejak bulan lalu nilai tukar rupiah akan lebih kuat lagi," kata Darmin.

Dikatakan nilai tukar harus dijaga pada level yang sesuai sehingga tidak merugikan eksportir dan importir.

Di kalangan importir dan konsumen nilai tukar yang menguat menguntungkan sebab harga barang impor akan lebih murah.
"Namun dikalangan eksportir tidak terlalu suka karena penerimaan mereka akan turun," kata Darmin.

Oleh karena itu, kata dia, perlu dicari nilai tukar yang sesuai dan tidak merugikan baik eksportir maupun importir.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini