News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Menkeu: Selamat Hari Keuangan Masyarakat Indonesia

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Anwar Sadat Guna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menkeu Agus Martowardojo, saat memberi keterangan kepada pers mengenai APBN 2010 di Gedung Kemenkeu, Selasa (28/12/2010).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andri Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyampaikan ucapan Selamat Hari Keuangan kepada seluruh masyarakat Indonesia dalam Seminar Nasional “Menuju APBN yang Menyejahterakan Rakyat”, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (26/10/2011).

Untuk diketahui, Hari Keuangan Nasional jatuh pada tanggal 30 Oktober 2011 mendatang.

“Acara seminar nasional ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian acara Peringatan Hari Keuangan yang ke-65. Selanjutnya, dalam kesempatan yang baik ini, saya juga ingin mengucapkan selamat Hari Keuangan kepada seluruh masyarakat Indonesia dan khususnya kepada keluarga besar Kementerian Keuangan,” ucap Agus Marto.

Agus Marto berharap di masa-masa mendatang di tengah tantangan yang semakin berat, kinerja Kementerian Keuangan sebagai otoritas fiskal semakin baik lagi dan semakin mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

Lebih lanjut, mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini memberikan apresiasi dan menyambut baik atas penyelenggaraan Seminar Nasional kali ini.

“Acara seperti ini tentu sangat bermanfaat dan memberikan nilai tambah positif bagi perekonomian nasional khususnya dari perspektif formulasi kebijakan fiskal yang diambil,” demikian sambutannya.

"Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah". Itulah judul pidato Presiden Soekarno saat peringatan Hari Proklamasi pada 17 Agustus 1966 yang kemudian sering disingkat menjadi Jas Merah.

Karenanya, baik juga diingat sejarah Hari Keuangan Nasional ditetapkan jatuh pada 30 Oktober.

Seperti dilansir Kementerian Keuangan, Hari Keuangan Nasional bermula dari sejarah keuangan Indonesia pada 30 Oktober 1946 silam. Sejarah Hari Keuangan Nasional ini bermula dari instruksi Menteri Keuangan A.A Maramis saat mundur 24 Oktober 1945.
Maramis menginstruksikan tim serikat buruh G. Kolff selaku tim pencari data untuk menemukan tempat percetakan uang dengan teknologi yang relatif modern.

Hasilnya, percetakan G. Kolff Jakarta dan Nederlands Indische Mataaalwaren en Emballage Fabrieken (NIMEF) Malang dianggap memenuhi persyaratan. Menteri pun melakukan penetapan pembentukan Panitia Penyelenggaraan Percetakan Uang Kertas Republik Indonesia yang diketuai oleh TBR Sabarudin.

Akhirnya, uang ORI (Oeang Republik Indonesia) pertama berhasil dicetak. Upaya percetakan ORI ini ditangani oleh RAS Winarno dan Joenet Ramli.

Pada 2 Oktober 1946, Menteri keuangan digantikan oleh Mr Sjafruddin Prawiranegara. Akhirnya, usaha penerbitan uang sendiri memperlihatkan hasilnya dengan diterbitkannya emisi pertama uang kertas ORI pada tanggal 30 Oktober 1946.
Pemerintah Indonesia menyatakan tanggal tersebut sebagai tanggal beredarnya Oeang Republik Indonesia (ORI) dimana uang Jepang, uang NICA, dan uang Javasche Bank tidak berlaku lagi.

ORI pun diterima dengan perasaan bangga oleh seluruh rakyat Indonesia. Mata uang yang dicetak itu ditandatangani oleh Alexander Andries Maramis (15 mata uang periode 1945-1947).

30 Oktober disahkan sebagai Hari Keuangan Republik Indonesia oleh presiden berdasarkan lahirnya uang emisi pertama Republik Indonesia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini