News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mandala dan Pacific Royale Diragukan Bisa Terbang Tahun Ini

Penulis: Hendra Gunawan
Editor: Yudie Thirzano
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

COPOT REPLIKA PESAWAT - Pekerja mencopot replika pesawat Mandala Air di kantor pusat Mandala Airlines, Jakarta Barat, Kamis (13/1/2011). Di kantor pusat tersebut, tatusan calon penumpang mengantri untuk mendapatkan uang pengembalian (refund) tiket karena sejak hari ini, (Kamis, 13/1/2011), Mandala Airlines berhenti beroperasi sementara akibat krisis keuangan.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua maskapai penerbangan yang berencana bisa beroperasi pada pengujung akhir tahun ini, Mandala Airlines dan Pacific Royale diragukan bisa melaksanakan targetnya.
Pasalnya, hingga pertengahan November 2011 ini, mereka belum mengajukan izin terbang.

"Mereka belum mengajukan AOC (Air Operate Certificate/sertifikat operasi penerbangan). Mereka juga belum ada pesawatnya, untuk mengusulkan AOC harus memiliki pesawat dulu," kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Herry Bakti S Gumay di Jakarta, pekan lalu.

Dia menjelaskan, kedua maskapai tersebut sebenarnya telah memiliki surat izin usaha penerbangan (SIUP). Mandala sebenarnya telah memiliki SIUP sejak bertahun-tahun silam, tetapi tidak terbang sejak 13 Januari lalu. Sementara Pacific Royale baru mendapatkan izin usaha pada awal bulan ini. Keduanyanya berencana terbang dalam waktu dekat ini.

"Kemungkinannya keduanya bisa terbang pada awal 2012 mendatang bila secepatnya mendatangkan pesawat dan mengusulkan AOC," jelasnya.

Mandala dan Pacific Royale akan mengusulkan AOC 121 atau penerbangan berjadwal dengan penumpang lebih dari 30 orang. Bila Mandala menyatakan bakal mengoperasikan sebanyak 10 unit pesawat Airbus A320, Pacific Royale akan mengoperasikan 10 pesawat yang terdiri dari lima unit Fokker 50 dan sisanya adalah Airbus A320.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini