News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Harga Minyak Mentah Indonesia Bisa Capai 150 Dolar AS

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi produsen bahan bakar minyak bumi

Laporan Wartawan Kontan, Petrus Dabu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Faktor geopolitik di Timur Tengah yaitu ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) bisa mengerek harga minyak mentah Indonesia (ICP) jauh di atas level saat ini. Januari 2012 ini saja, ICP sudah menyentuh level  115,90 dolar AS per barel meningkat 4,6 persen dari posisi Desember 2011.

Salah satu faktor pendongkrak ICP Januari 2012 adalah ketegangan dua negara tersebut. Menurut Pengamat Perminyakan Kurtubi, apabila ketegangan itu terus berlanjut dan Iran sampai memblokir jalur distribusi minyak di Selat Hormuz, maka ICP bisa menyentuh level 150 dolar AS per barel hingga akhir tahun nanti. Atau jauh di atas asumsi pemerintah dalam APBN 2012 yang hanya 90 dolar AS per barel.

"Faktor geopolitik yang akan memberikan range itu sangat besar, harga ICP bisa naik, kalau melihat supply and demand saja dan tidak ada faktor geopolitik, maka rata-rata harga ICP tahun 2012 ini sebesar 115 dolar AS per barel," ujar Kurtubi kepada KONTAN, Kamis (2/2/2012).

Menghadapi fluktuasi harga minyak seperti ini, menurut Kurtubi pemerintah harus mulai mengarahkan kebijakan energi pada pengurangan konsumsi minyak. Diganti dengan penggunaan gas. Karena itu, infrastruktur gas harus segera dibangun.

"Karena di samping harga minyak dunia berpotensi naik secara signifikan, juga produksi minyak di dalam negeri sangat rendah dan terus turun. Itu sebabnya, kebijakan BBM ke depan harus mengarah pengurangan ketergantungan pada BBM," sarannya.

Karena itu, Kurtubi juga meminta pemerintah tidak meneruskan rencana kebijakan pembatasan BBM seperti yang saat ini ramai dibicarakan. "Kebijakan pembatasan BBM yang menggiring rakyat secara massal pindah dari premium ke pertamax, itu kebijakan yang salah. Karena itu artinya pindah dari BBM ke BBM," ujarnya.

Dengan terus meningkatnya harga minyak mentah, dalam jangka pendek kata dia untuk menyelamatkan APBN, pemerintah juga disarankan untuk menaikkan harga premium.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini