TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Maskapai penerbangan Indonesia dengan biaya murah Lion Air menunda rencana menjual sahamnya tahun ini. Semula Lion Air akan melepas saham ke publik senilai lebih dari 1 miliar dolar Amerika, atau setara Rp 9 triliun.
"Kami tidak bisa melakukannya tahun ini karena situasi krisis, keuangan tidak begitu baik," kata CEO Lion Air Rusdi Kirana dalam wawancara menjelang Singapore Airshow yang dikutip Ruters.
Dia mengatakan, Lion Air memiliki pangsa pasar penerbangan domestik dari 51 persen dan bertujuan untuk go public. Pangsa pasarnya terus membaik dan diperkirakan dua tahun ke depan, mencapai 60 persen .
Rusdi Kirana yang memulai perjalanan bisnisnya di dunia penerbangan bersama Kusnan, saudaranya, pada Juni 2000, dengan nama Lion Air bersikeras mendapatkan dana dari penawaran perdana kepada publik atau initial public offering (IPO) yang nantinya akan digunakan mendatangakan pengiriman pesanan pesawat dari Boeing.
Maskapai ini menarik perhatian dunia pada bulan November lalu membeli pesawat dari Boeing dengan nilai total pembelian sebesar 21,7 miliar dolar Amerika.
Lion Mentari Airlines akhirnya menandatangani kontrak pengadaan sebanyak 230 unit pesawat Boeing terbaru dengan The Boeing Company. Penandatanganan dilakukan di Nusa Dua Bali, Jumat (18/11/2011).
PTĀ Lion Mentari Airlines memproyeksikan mendatangkan sebanyak 24 pesawat armada. Dengan demikian, hingga akhir 2012 mendatang maskapai berkonsep low cost carrier (LCC) akan mengoperasikan sebanyak 119 unit pesawat.
Baca tanpa iklan