News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gempa Bumi Landa Sumatera

PLN: Aliran Listrik Kembali Normal Pasca Gempa Aceh

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Anwar Sadat Guna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pekerja membersihkan puing reruntuhan di Kantor PT Taspen (persero) Cabang Banda Aceh, Kamis (12/4). Bagian depan bangunan tersebut rusak diguncang gempa berkekuatan 8.5 SR di Kota Banda Aceh, Rabu (11/4/2012).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andri Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT PLN (Persero) menyebutkan bahwa kondisi kelistrikan pasca gempa di pesisir barat Sumatera, Rabu (11/4/2012), sudah kembali normal malam harinya.

Sejak pukul 16.00, beberapa wilayah yang listriknya terganggu, sesaat setelah gempa mulai normal secara bertahap.

Dalam rilisnya, Kamis (12/4/2012), PLN menyatakan bahwa untuk wilayah Sumatera Utara listrik normal 100% pada pukul 21.00, dan untuk wilayah Aceh, listrik normal pada pukul 22.30 WIB.

Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, sesaat setelah gempa kemarin, sekitar pukul 16.00 WIB, beberapa instalasi listrik seperti PLTGU Belawan di Medan dan PLTD Lueng Bata di Banda Aceh sempat terganggu. Beberapa trafo di gardu induk (GI) Banda Aceh juga sempat terganggu.

Menurut keterangan PLN dalam situsnya, ini terjadi disebabkan kuatnya goncangan gempa. Kapasitas PLTGU Belawan 800 Mega Watt (MW) dan yang terganggu 100 MW.
Kapasitas PLTD Aceh 30 MW. Hal ini menyebabkan sebagian kecil atau sekitar 130 MW wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang terdiri dari Sumut dan Aceh padam. Beban normal di Sumbagut 1.450 MW.

Dijelaskan, beberapa wilayah di pesisir barat dan lokasi gempa seperti Simeulue, Meulaboh, Tapak Tuan, Blang Pidie, Calang dan Nias yang listriknya beroperasi secara isolated (terpisah) secara umum normal. Sebagian kecil terganggu sesaat setelah gempa dan normal bertahap sebelum matahari terbenam.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini