News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ibu Rumah Tangga Beli Dua Tabung Elpiji, Jangan Dilayani

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Widiyabuana Slay
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pekerja sedang bongkar gas elpiji 3 kg isi di Pangkalan Gas 3 Kg, Jalan Emong, Kota Bandung, Senin (28/5). Setelah sepekan PT Pertamina membuat pernyataan akan melakukan pasokan lebih (extra dropping) gas elpiji 3 kg ke daerah di Jabar yang mengalami kekurangan pasokan ternyata berbeda dengan kondisi sebenarnya di daerah. Banyak warga di daerah masih mengeluh sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kg tersebut, bahkan harganya ada yang menembus hingga Rp 25.000 per tabung. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) sangat menyayangkan Perpres yang tidak memasukan peraturan terkait pembelian elpiji 3 kg. Pasalnya ada banyak penimbunan elpiji 3 kg yang dilakukan oleh banyak konsumen kelas menengah ke bawah.

"Sebagai bahan bakar yang disubsidi pemerintah, seharusnya penjualan elpiji tabung 3 kg tidak boleh dilakukan seperti jual beli produk non-subsidi,"ujar Direktur Puskepi Sofyano Zakaria, Minggu (3/6/2012).

Sofyano juga menyayangkan kalau Perpres tak mengatur terkait penjualan elpiji 3 kg dalam jumlah yang banyak. Pasalnya akan timbul pertanyaan, jika ada pembelian elpiji dalam jumlah tidak wajar, tidak bisa dibuktikan peruntukannya.

"Misalnya ibu rumah tangga membeli dua atau tiga tabung, maka tidak boleh dilayani. Tapi Peraturan Menteri ESDM memiliki aturan semacam ini,” papar.

Dia juga menyayangkan isi Perpres 104/2007 yang tidak menetapkan sanksi dalam pelanggaran jual beli elpiji subsidi. Sebab sepanjang tidak ada sanksi, akan sulit mengambil tindakan hukum terhadap pelaku pelanggaran Perpres.

Berita Lainnya

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini