Laporan Wartawan Kontan, Edy Can
SINGAPURA - Nilai tukar rupiah terus tertekan akibat meningkatnya permintaan dolar. Bahkan seperti diberitakan Bloomberg, nilai tukar mata uang rupiah diperdagangkan mencapai titik terendah dalam 31 bulan terakhir.
Hingga pukul 10.02 WIB, nilai tukar rupiah telah melemah 0,6 persen ke level Rp 9.459 per dolar Amerika Serikat. Bila dihitung sejak awal tahun ini, rupiah telah loyo sebesar 4 persen. "Likuiditas dolar AS di dalam negeri sangat ketat," kata Ekonom Oversea-Chinese bank Corp. Gundy Cahyadi, Rabu (6/6/2012).
Pasokan dolar mulai kering karena para investor asing mulai melepas aset rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan, sejak akhir April hingga 1 Juni lalu, investor asing telah mengurangi surat utang pemerintah sebesar Rp 4,8 triliun atau 507 miliar dolar AS.
Menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah ini, Bank Indonesia berencana mengeluarkan instrumen baru. Kepala Departemen Perbankan Syariah Bank Indonesia(BI), Edy Setiadi mengatakan, Bank Indonesia akan mengumumkan instrumen baru untuk menenangkan pasar.
Baca tanpa iklan