News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Telaga Langsat Jadi Klaster Cabai Besar Merah

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang petani memetik cabai di kebunnya. Akhir-akhir ini harga cabai melonjak, hingga Rp 90 ribu per kg.

Laporan Wartawan Banjarmasin Post, Saiful Akhyar

TRIBUNNEWS.COM, KANDANGAN - Besarnya pengaruh produksi cabai besar merah di HSS (Hulu Sungai Selatan) yang mempengaruhi tingkat inflasi, ternyata menarik Bank Indonesia (BI) untuk turun memberikan dukungan pengembangan komoditas itu.

Dukungan BI ini ditandai dengan adanya kerjasama (MoU) antara Pemkab HSS yang diwakili Bupati HSS, HM Safi’i dengan BI yang diwakili Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah Kalimantan, Khairil Anwar di Aula Rapat Mufakat Pemkab HSS, Senin (25/6/2012).

Bupati HSS, HM Safi’i, menjelaskan sebagai Kabupaten Agropolitan sekitar 85 persen masyarakat HSS terlibat dalam sektor pertanian. Salah satunya yang menjadi unggulan yakni pertanian cabai merah besar yang sentranya terdapat di Kecamatan Telaga Langsat. Daerah ini nantinya menjadi pilot project bantuan BI sebagai klasterr cabai besar merah.

“Kita sangat berterima kasih atas dukungan BI terhadap pengembangan cabai besar merah di HSS. Semoga dukungan kerjasamanya bisa lebih diperluas karena HSS banyak sekali potensi," katanya.

Menurut Safi'i, selain pertanian HSS juga kaya dengan potensi ikan lokal dan perkebunan seperti kelapa sawit. "Semoga ini juga nantinya dapat dukungan kerjasama dari BI,” imbuh HM Safi’i.

Orang nomor satu di Bumi Antaluddin ini berpesan kepada para petani cabai merah khususnya supaya menjaga kepercayaan pihak perbankan dan berusaha terus meningkatkan produktivitas dan produksi.

Kepala kantor perwakiilan BI Wilayah Kalimantan, Khairil Anwar, menyatakan BI sangat merespons positif peluang kerjasama yang disampaikan Bupati HSS. Terutama dalam upaya pengendalian tingkat inflasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penandatanganan MoU ini merupakan tindak lanjut dari Focus Group Discussion (FGD) antara kantor perwakilan BI wilayah Kalimantan dengan Pemkab HSS dan Tim Fasilitasi Percepatan Pemberdayaan Ekonomi Daerah (TFPPED) pada Maret 2012 lalu.

“Melalui MoU ini diharapkan kesejahteraan petani dan akses intermediasi perbankan untuk pentani cabai meningkat," jelas Khairil Anwar sebagaimana disampaikan ketua Tim Kehumasan BI wilayah Kalimatan, Triatmo Doriyanto.

Sebab diharapkan, stabilisasi harga cabai daerah terjaga melalui pengaturan pola tanam dan rotasi tanaman serta penguatan kelembagaan gapoktan yang secara komprehensif didukung bantuan BI.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini