News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemerintah Jengkel RIM Bangun Pabrik Blackberry di Malaysia

Penulis: Srihandriatmo Malau
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang model memperkenalkan martphone Blackberry tipe P9981 (Porsche Design) di Mega Selular, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Senin (18/6). Ponsel dengan limited edition yang baru hadir dua hari di tempat ini dibandrol Rp 18,250 juta per unit dan langsung mendapar respon positif. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pemerintah jengkel atas keputusan produsen BlackBerry (BB) Research In Motion (RIM) yang lebih memilih Malaysia sebagai basis produksinya ketimbang di Indonesia.

Padahal bila dihitung-hitung jumlah penjualan dan pengguna smartphone Blackberry di Malaysia jauh tertinggal ketimbang di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Wakil Menteri perdagangan, Bayu Krisnamurthi, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (3/7/2012).

"Kita kecewa kepada RIM, kenapa dia bikin disitu (Malaysia), pasarnya yang besar disini kok," kata Bayu.

Selama Januari-Mei 2012 terjadi kenaikan nilai impor produk seluler (HP) ke Indonesia cukup signifikan.

Lebih lanjut, Bayu Krisnamurthi mengungkapkan impor telepon seluler merupakan salah satu produk yang berpengaruh terhadap meningkatnya angkar impor yang signifikan dan berkontribusi terhadap defisit perdagangan non-migas di bulan Mei 2012.

"Impor seluler besar, karena demandnya pun besar," ungkap Bayu.

Data Kementerian Perdagangan, impor telepon seluler angkanya naik selama bulan Januari hingga Mei sebesar 22,2 persen. Bayu menuturkan, untuk menekan angka ini, pemerintah akan mendorong perusahaan-perusahaan yang memproduksi telepon seluler untuk berinvestasi di Indonesia.

"Solusinya tidak ada cara lain, kita dorong mereka bangun pabrik disini, investasi disini karena demandnya cukup besar," kata Bayu.

Atas hal itu, terang Bayu, Pemerintah akan mendorong perusahaan-perusahaan produsen telepon seluluer untuk membangun Pabriknya dan berinvestasi di Indonesia. Hal ini bertujuan menekan importasi produk telepon seluler.
pungkasnya.

Berita Lainnya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini